Kemendes PDTT Dorong Pengembangan Desa Maritim di Wakatobi

MONITOR, Wakatobi – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi mengatakan, pembangunan desa-desa dalam lima tahun terakhir telah berhasil mengentaskan desa sangat tertinggal di Kabupaten Wakatobi.

Selain itu, jumlah desa tertinggal di Kabupaten Wakatobi juga mengalami penurunan yang cukup signifikan.

“Setidaknya desa sangat tertinggal sudah tidak ada. Desa tertinggal memang masih ada, tapi dalam tempo sesingkat-singkatnya kita upayakan agar bagaimana desa tertinggal tidak ada lagi,” ujarnya pada Sarasehan Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Jumat (20/11/2020).

Adapun capaian pembangunan desa merujuk pada data Pemerintah Kabupaten Wakatobi, diantaranya, pengentasan desa sangat tertinggal yang pada tahun 2018 sebanyak 6 desa menjadi nol pada tahun 2020; pengentasan desa tertinggal yang pada tahun 2018 sebanyak 52 desa menjadi 9 desa pada tahun 2020.

Selanjutnya, peningkatan desa berkembang pada tahun 2018 sebanyak 16 desa menjadi 60 desa pada tahun 2020; dan peningkatan desa maju yang pada tahun 2018 berjumlah nol menjadi 6 desa pada tahun 2020.

Menurut Budi Arie, Kabupaten Wakatobi memiliki potensi yang sangat luar biasa. Ia menegaskan bahwa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) akan terus mendorong pengembangan wisata maritim di Wakatobi.

“Kita dukung wisata maritim di Wakatobi khususnya diving, sebagai potensi utama Wakatobi untuk terus berkembang,” tegasnya.

Di samping itu, ia mengingatkan bahwa pembangunan wisata maritim di Wakatobi juga harus dibarengi dengan peningkatan digitalisasi di desa-desa. Menurutnya, digitalisasi menjadi sebuah keharusan untuk memastikan desa-desa memiliki daya saing.

“Kalau mau menjadi Kabupaten Maritim, mampu bersaing, digitalisasi harus dan wajib direalisasikan di Wakatobi. Ke depan tidak bisa lagi mengelak dengan digitalisasi. Desa harus siap,” ujarnya.

Dalam kunjungannya tersebut, Budi Arie juga menyerahkan bantuan berbagai sarana pendukung pengembangan ekonomi kawasan perdesaan di Kabupaten Wakatobi. Beberapa bantuan tersebut di antaranya: bantuan pembangunan air bersih (UF PUMP dan RO); kapal tangkap ikan 10 GT; pembangunan dive center dan restoran panggung.

Selanjutnya, bantuan pembangunan gerai kerajinan dan alat tenun bukan mesin; pembangunan pasar kawasan; pengembangan sarana prasarana BUMDes Bersama dan UBK; jalan antar desa dan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya.

Di sisi lain, Plt. Bupati Wakatobi Aslaman Sadiq mengatakan, pembangunan desa-desa di Wakatobi juga tidak lepas dari kontribusi dana desa. Menurutnya, anggaran dana desa di Kabupaten Wakatobi mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Pada tahun 2015 dana desa Kabupaten Wakatobi sebesar Rp31.225.856.000, meningkat menjadi Rp66.967.198.000 pada tahun 2020.

“Dana desa yang diperoleh Wakatobi dalam kurun waktu lima tahun meningkat sebesar 57 persen,” ujarnya.

Recent Posts

Fahri Hamzah: Waspada Survival Pragmatis Dunia, Elite Harus Konsolidasi SDA

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah mengatakan, ketidakpastian…

3 jam yang lalu

Prof Rokhmin: Pembangunan Ramah Lingkungan Syarat Mutlak Indonesia Emas 2045

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. H. Rokhmin Dahuri, memperingatkan bahwa…

4 jam yang lalu

Madrasah Pamerkan Robot AI dan Inovasi Ekoteologi pada Ajang GYIIF dan IYMIA

MONITOR, Jakarta - Madrasah kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama dan sains melalui…

6 jam yang lalu

Wamenhaj Tekankan PPIH 2026 Harus Paham Fiqh Haji Ramah Perempuan

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai pelaksanaan Diklat Petugas…

7 jam yang lalu

KKP Targetkan Indonesia Jadi Eksportir Tuna Nomor Satu di Jepang

MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) siap memfasilitasi unit pengolahan ikan (UPI) yang…

13 jam yang lalu

Menag Harap UIN Ambon Jadi Pelopor Ilmu di Indonesia Timur

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar meresmikan transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon…

14 jam yang lalu