Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Istimewa)
MONITOR, Jakarta – Organisasi besar Muhammadiyah telah memasuki usia ke-108 tahun. Menapaki usia lebih dari satu abad, organisasi yang dirintis oleh KH. Ahmad Dahlan ini menunjukkan konsistensinya dalam bergerak menangani pandemi bersama negara.
Sejumlah elit pejabat pun memberikan ucapan selamat milad kepada persyarikatan Muhammadiyah, salah satunya Ketua DPR RI Puan Maharani.
“Saya mengucapkan Selamat Milad ke 108 kepada segenap pimpinan dan anggota Muhammadiyah di manapun berada,” ucap Puan Maharani secara virtual dalam resepsi Milad ke-108 Muhammadiyah, Rabu (18/11).
Puan, yang masih berdarah juang Muhammadiyah ini mengaku bangga atas kontribusi organisasi Islam terbesar di Indonesia ini terutama dalam segi pembangunan SDM. Ia juga bangga telah menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah.
“Sebagai pribadi maupun sebagai Ketua DPR-RI, saya merasa bangga dan bahagia bisa menjadi bagian dari organisasi Islam yang telah banyak berjasa bagi kemerdekaan dan pembangunan bangsa Indonesia,” tutur Ketua DPP PDI Perjuangan.
Salah satu bentuk kontribusi yang sudah dilakukan Muhammadiyah, bagi Puan, dapat dilihat dari sejumlah tokoh negeri ini yang telah mendedikasikan diri untuk kepentingan bangsa.
“Kader-kader utama Muhammadiyah yang menjadi pemimpin bangsa seperti KH Ahmad Dahlan, Bung Karno, Jendral Soedirman, dan lain-lain, adalah salah satu bukti sumbangsih Muhammadiyah kepada Indonesia,” imbuhnya.
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 509.684 kendaraan keluar wilayah Jabotabek pada…
MONITOR, Tangerang — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga…
MONITOR, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa pekerja kompeten menjadi salah satu kunci…
MONITOR, JAKARTA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak semestinya berhenti…
MONITOR, LEBAK – Peserta KKN Nusantara dari delegasi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Manshur…
MONITOR, Bangka – Sejarah Pulau Bangka tidak dapat dipisahkan dari timah. Sejak masa kolonial, komoditas…