PERTANIAN

Pertanian Keluarga Bantu Entaskan Daerah Rentan Rawan Pangan di Papua

MONITOR, Keerom – Kementerian Pertanian memberikan perhatian serius terhadap upaya pengentasan daerah rentan rawan pangan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Pertanian Keluarga.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi menyebut bahwa Papua menjadi lokasi utama Kegiatan Pertanian Keluarga.

“Papua menjadi lokasi utama karena berdasarkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA) sebagian besar kabupaten/kota di Papua masih rentan rawan pangan” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan BKP Andriko Noto Susanto menambahkan bahwa pada tahun 2020 ini Provinsi Papua mendapatkan alokasi kegiatan Pertanian Keluarga pada 4 lokasi di Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom.

Dalam kunjungannya ke Kelompok Tani Sinar Tani, Desa Wonorejo, Distrik Mannem Kab. Keerom Papua pada Rabu (11/11), Andriko optimis kegiatan Pertanian Keluarga disana dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Hal ini diakui oleh Ketua Kelompok Sinar Tani Lalu Ahmad Faisal yang meyakini kegiatan ini sangat bermanfaat dan menambah semangat untuk terus berusaha meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Kementerian Pertanian untuk menjalankan kegiatan ini”, ujar Lalu.

Pada tahun 2020 ini, menurut Lalu, kelompoknya melakukan budidaya cabai keriting seluas 5 ha dan ikan lele sebanyak 25.500 ekor.

“Dua ribu ekor lele seberat 1 ton sudah dipanen pada Oktober lalu dengan harga jual Rp. 28.000/kg, sedangkan cabai sudah panen 8 kali sejak bulan Oktober dengan total produksi 553 kg dan harga jual Rp. 35.000/kg” ungkapnya.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Kabupaten Keerom, Idayanto menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawalan agar bantuan yang diterima dapat terus berkembang dan berkelanjutan.

“Kami akan kawal terus pelaksanaan kegiatan ini di lapangan, dan harapannya kesejahteraan petani dan masyarakat di wilayah ini dapat ditingkatkan,” ujar Idayanto.

Andriko juga berpesan kepada para petani agar terus menjaga semangat dan tekad untuk maju serta berharap kegiatan terus berlanjut dan berputar, sehingga kesejahteraan petani terus meningkat.

“Saya berharap ini bisa dijadikan pembelajaran dan penularan pengetahuan kepada yang lain,” ucap Andriko.

Dalam peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2020 lalu, pentingnya pertanian keluarga ditegaskan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang mengatakan bahwa ketahanan pangan bermula dari pertanian keluarga (family farming).

“Kebersamaan yang kita bangun dapat menghadirkan program–program baru yang lebih akseleratif. Misalnya, Family Farming. Program ini membuka peluang bagi setiap keluarga untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri. Jika ketahanan pangan keluarga baik, maka ketahanan pangan masyarakat juga pasti baik. Jika ketahanan pangan masyarakat baik, maka ketahanan pangan nasional juga akan baik,” ujar Mentan Syahrul.

Recent Posts

Wamen UMKM Ungkap Tiga Kunci UMKM Indonesia Tembus Pasar Global

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza menegaskan tiga…

11 menit yang lalu

Menaker Terima Audiensi Koalisi Buruh, Bahas RUU Pelindungan Ketenagakerjaan

MONITOR, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menerima audiensi Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI)…

7 jam yang lalu

Banpres Pemulihan Usaha Jangkau Para Pengusaha Mikro Terdampak Bencana di Sumbar

MONITOR, Padang - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan Bantuan Presiden (Banpres) rehabilitasi…

7 jam yang lalu

Dari Akuakultur hingga Bioteknologi, Prof Rokhmin tegaskan Laut Bisa jadi Mesin Indonesia Emas 2045

MONITOR, Surabaya - Indonesia tidak kekurangan sumber daya untuk menjadi negara maju. Persoalannya justru terletak…

18 jam yang lalu

IPW Desak Polri Usut Aktor Intelektual Provokator di Balik Kerusuhan Demo DPR

MONITOR, Jakarta – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mendesak aparat kepolisian untuk…

22 jam yang lalu

Kemenag Buka Pengajuan Bantuan Pendidikan Pesantren, Batas Akhir 4 September 2026

MONITOR, Jakarta - Direktorat Pesantren Kemenag telah membuka pengajuan bantuan Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan…

1 hari yang lalu