KPAI: Lindungi Siswa SMAN 6 Depok yang Mundur dari Pemilihan OSIS

Komisioner KPAI Retno Listyarti bersama Susianah Affandy (dok: istimewa)

MONITOR, Jakarta – Pemilihan ulang Ketua OSIS di SMAN 6 Depok dan pengunduran diri salah satu calon viral dan ramai dibahas di media sosial, karena disertai isu SARA.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, mengungkapkan narasi isu SARA soal pemilihan Ketua OSIS SMAN 6 Depok ini viral lewat tangkapan layar chat WA. Salah satu calon berinisial E disebut sebenarnya sudah menang pemilihan Ketua OSIS namun pemilihan lalu diulang. Sebuah chat WA menyebut E batal menang karena non-Muslim.

Lewat akun Instagram-nya, E mengaku mengundurkan diri dari pemilihan Ketua OSIS karena ‘ada prinsip yang tidak sesuai untuk pemilihan ulang’. Dia kemudian juga memberikan penjelasan lanjutan di Instagram Story bahwa pengunduran dirinya bukan semata-mata karena alasan yang viral di media sosial.

“Atas narasi dan isu SARA yang viral di media social, Kepala SMAN 6 Kota Depok membantah adanya isu SARA dibaliknya diulangnya pemilihan Ketua OSIS di sekolah yang dipimpinnya. Menurutnya ada masalah teknis terkait sistem online yang digunakan dalam pemilihan Ketua OSIS karena sistemnya baru dan belum pernah diujicoba sebelumnya,” ujar Retno dalam keterangannya, yang diterima MONITOR, Senin (16/11).

Terkait hal ini, KPAI mendesak pihak sekolah untuk melakukan refleksi atas peristiwa ini agar menjadi pembelajaran dan tidak terulang kelak di kemudian hari.

Retno menilai pemilihan diulang dengan alasan masalah teknis seperti sistem yang eror jelas memicu terjadinya ketidakpastian hasil pemilihan, sehingga wajar saja jika menimbulkan kecurigaan bagi salah satu calon Ketua OSIS yaitu ananda E yang saat itu sudah mendapatkan suara terbanyak.

“Wajar saja jika ananda E menolak pemilihan ulang karena dia sudah pada posisi mendapatkan suara terbanyak dibandingkan kandidat lain, artinya dia menjadi pihak yang berpotensi dirugikan jika pemilihannya diulang,” terangnya.