BERITA

Jelang Munas, Para Bakal Calon Ketum APJATI Ungkap Sejumlah Kejanggalan Syarat Pendaftaran

MONITOR, Jakarta – Salah satu Bakal Calon Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI), Marlinda Irwanti mengaku menemukan kejanggalan terkait persyaratan pencalonan Ketum APJATI periode 2020-2024. Menurutnya, persyaratan membayar minimal Rp250 juta untuk setiap kandidat Caketum dinilai memberatkan.

“Apalagi, ini masih minim transparansi terkait anggaran pelaksanaan Munas APJATI yang akan berlangsung pada tanggal 26 November 2020 nanti. Sehingga kita tidak tahu, apakah betul pelaksanaan Munas tidak ada sponsornya? Sampai-sampai setiap kandidat harus membayar Rp250 juta,” ujarnya usai melakukan pendaftaran Calon Ketua Umum APJATI di kantor DPP APJATI, Jakarta, Senin (16/11).

Marlinda mengungkapkan bahwa persyaratan itu tidak pernah ada dalam AD/ART APJATI. Sehingga hal ini dinilai bertentangan dengan aturan dan berpotensi melanggar AD/ART APJATI.

Tak hanya itu, persyaratan untuk mendapat dukungan minimal 10 persen dari jumlah anggota juga dinilai tidak masuk akal. Sebab, saat ini masih dalam proses penyaringan bakal calon ketua umum, belum memasuki tahap penetapan calon.

Sehingga hal ini akan membatasi hak suara dari sekitar 140 perusahaan yang menjadi anggota dalam bursa pemilihan Ketua Umum APJATI.

“Kita ini ingin proses pemilihan dapat berjalan secara demokratis. Semua anggota memiliki hak suara yang sama,” katanya.

Di tempat yang sama, kandidat lainnya, Ahmad Faisol mengungkapkan ada satu persyaratan yang dinilai janggal, yakni pernah menjadi pengurus APJATI minimal satu periode. Padahal, dirinya mengaku pernah menduduki sebagai pengurus di organisasi tersebut.

“Padahal saya ini pernah menjadi pengurus, tapi tidak pernah dicatat,” kata pria yang akrab disapa Gus Faisol ini.

Meski demikian, dirinya mengaku akan taat pada peraturan yang telah tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi APJATI tersebut. Sebab, hal ini akan menjadi contoh untuk kandidat lainnya agar taat pada peraturan.

“Saya akan taat pada produk hukum yang telah dibuat, dalam hal ini AD/ART APJATI,” tegas Faisol.

Untuk diketahui, pelaksanaan Musyawarah Nasional (MUNAS) APJATI akan berlangsung pada tanggal 26 hingga 28 November 2020 di Bandung. Agenda empat tahunan ini akan memperebutkan kursi Ketua Umum APJATI periode 2020-2024.

Recent Posts

Wamenaker Tekankan Pentingnya Pelatihan dan Akses Kerja bagi Anak Muda

MONITOR, Surabaya — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menekankan pentingnya pelatihan kerja yang sesuai dengan…

2 jam yang lalu

Maknai Hari Sumpah Pemuda, Jasa Marga Dorong Regenerasi Kepemimpinan dan Inovasi Digital

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memaknai peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum…

2 jam yang lalu

Kementerian UMKM Segera Salurkan Banpres Rehabilitasi Usaha Mikro Terdampak Bencana Sumatera

MONITOR, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan penyaluran Bantuan Presiden (Banpres)…

2 jam yang lalu

Kemnaker Verifikasi Mitra Penyelenggara MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memverifikasi perusahaan dan instansi pemerintah yang mendaftar sebagai mitra…

11 jam yang lalu

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027 Berhak Lunas, Cek Status dan Siapkan Kesehatan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengumumkan daftar nama jemaah haji reguler yang…

12 jam yang lalu

LSAK Soroti Dugaan Praktik Nepotisme Pengangkatan Anak Menhaj sebagai Tenaga Ahli

MONITOR, Jakarta - Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak aparat penegak hukum (APH), khususnya Komisi…

13 jam yang lalu