Categories: Kementerian PUPR

Penampakan Pasar Prawirotaman Yogyakarta usai Rampung Direvitalisasi

MONITOR, Yogyakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan revitalisasi Pasar Prawirotaman di Jalan Parangtritis, Brontokusuman, Kota Yogyakarta.

Revitalisasi Pasar Prawirotaman yang telah tuntas seluruhnya, bertujuan  untuk meningkatkan fungsi pasar sebagai sarana perdagangan rakyat sehingga menjadi bangunan yang aman, nyaman, bersih, tertata, dan lebih estetis (tidak kumuh), serta menjadi pendorong percepatan pemulihan ekonomi lokal yang terdampak Pandemi COVID-19.

Revitalisasi Pasar Prawirotaman yang dilakukan Kementerian PUPR tetap mengedepankan prinsip-prinsip pelestarian bangunan gedung cagar budaya. Dengan begitu, selain sebagai pusat kegiatan ekonomi, Pasar Prawirotaman juga diharapkan dapat menjadi objek wisata di Kota Yogyakarta, terlebih lokasinya berada di antara kawasan Malioboro dan Keraton Yogyakarta dengan kawasan wisata Pantai Parangtritis.

“Konsep revitalisasi pasar disesuaikan dengan fungsi kota sebagai kota tujuan wisata dengan keselarasan lingkungan dan mempertahankan kearifan lokal mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan dengan melibatkan Pemerintah Daerah,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Revitalisasi Pasar Prawirotaman mulai dikerjakan sejak 15 Oktober 2019 dengan penyedia jasa kontruksi lokal, yakni PT Putra Jaya Andalan sebagai Kontraktor Pelaksana serta PT Arss Baru dan PT Wastu Anotama (KSO) sebagai Manajemen Konstruksi. Lingkup pekerjaannya meliputi renovasi secara menyeluruh dengan anggaran sebesar Rp 67,7 miliar.

Bangunan pasar terdiri dari 5 lantai dengan kapasitas 619 kios dan los. Lantai paling bawah (basement) didesain untuk pasar tradisional berupa 4 los dan parkiran berkapasitas sekitar 385 unit motor dan 8 mobil. Lantai I untuk 13 kios dan 185 los, lantai II untuk 265 los, lantai III untuk 152 los, dan lantai IV akan dimanfaatkan untuk co-working space yang pembangunannya dikerjakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.

Saat ini Pasar Prawirotaman tengah  memasuki tahap sertifikasi untuk mendapatkan sertifikat Bangunan Gedung Hijau (BGH) dan Sertifikat Laik Fungsi. Pasar yang berlokasi sekitar sekitar 2,5 Km dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan sekitar 15,6 Km dari Bandara Internasional Adisucipto Yogyakarta ini telah dilengkapi instalasi proteksi kebakaran, lift dan travelator, instalasi penangkal petir, genset, pengelolaan sanitasi dan air bersih.

Revitalisasi Pasar Prawirotaman mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pembangunan, Rehabilitasi, atau Renovasi Pasar Rakyat, Prasarana Perguruan Tinggi, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, dan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Terbangunnya fasilitas pasar tradisional yang sehat dan higienis akan meningkatkan sarana perdagangan barang/jasa dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari yang penting untuk menggerakkan roda  perekonomian Kota Yogyakarta pada umumnya.

Recent Posts

HUT ke-11 KCIC, Wamenaker Harap Alih Pengetahuan Whoosh ke SDM Lokal

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11…

6 menit yang lalu

Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua penghargaan…

3 jam yang lalu

Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah

MONITOR, Tapanuli Tengah - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengoptimalkan Klinik UMKM Bangkit…

4 jam yang lalu

Dirjen PE2HU: Expo UMKM Sulsel Harus Jadi Pintu Masuk Produk Lokal ke Pasar Haji Internasional

MONITOR, Gowa - Kementerian Haji dan Umrah mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)…

4 jam yang lalu

Kejahatan Ekologis: Karhutla, Hutan yang Hilang, Bencana yang Diwariskan

Oleh: Maria UlfaDosen Ilmu Susastra, Prodi Sastra Inggris, Fakultas Adab & Humaniora,Universitas Islam Negeri (UIN)…

7 jam yang lalu

Menaker Minta Peserta Pelatihan Vokasi Bangun Portofolio, Bukan Sekadar Sertifikat

MONITOR, Bekasi — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meminta peserta Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) memanfaatkan pelatihan untuk…

21 jam yang lalu