Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pamolango/ dok: net
MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pamolango, menyatakan pihaknya sejauh ini tengah membangun sinergi dengan aparat penegak hukum dalam menangani perkara.
Hal ini menjawab keresahan publik tentang peran supervisi KPK dalam pusaran kasus suap.
“Kita sedang membangun langkah sinergi dengan penegak hukum. Bagi aparat penegak hukum yang merasa kasus ini tidak dilaksanakan dengan baik mereka berinisiatif meminta KPK mengambil alih,” ujar Nawawi Pamolango, dalam program Mata Najwa, Rabu (11/11) malam.
Terkait kasus Djoko Tjandra, Nawawi menegaskan ada kerjasama antara Bareskrim Polri, Kejaksaan Agung dan KPK.
“Ada Bareskrim menangani, ada Kejagung menangani jadinya kayak gini, pada 7 September menetapkan bahwa perkara Djoko Tjandra itu disupervisi oleh KPK,” terangnya.
“Tanggal 11 September kami meminta mereka untuk menggelar ekspose kasus. Kalau kasus sudah disupervisi, maka kita melakukan pengawasan,” terangnya lagi.
MONITOR, Lebak – Sistem golongan darah manusia tidak hanya menjadi kajian penting dalam dunia medis, tetapi…
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, memastikan Posko Tunjangan Hari Raya (THR) dan Bonus Hari…
MONITOR, Jakarta - Jaringan Muslim Madani (JMM) mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk memperkuat ukhuwah,…
MONITOR, Jeddah – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah RI terus memperketat pengawasan serta pendampingan…
MONITOR, Bekasi - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infrawil) Republik Indonesia Agus…
MONITOR, Cikampek – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan penyesuaian rekayasa lalu lintas pada periode arus…