Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD/ dok: net
MONITOR, Jakarta – Kasus pembakaran halte Transjakarta Bundaran HI di kawasan Sarinah mulai terungkap. Para pelaku pembakaran saat aksi demonstrasi berlangsung juga sudah ditangkap oleh aparat kepolisian.
Kendati sudah ditangkap, sebagian kalangan meminta agar diberikan sanksi tegas atas aksi vandalism tersebut. Rektor Universitas Ibnu Chaldun Bogor, Musni Umar, misalnya.
Ia mendesak agar Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, beserta jajarannya mengusut tuntas kasus pembakaran halte di kawasan Sarinah tersebut.
“Saya minta dengan hormat Prof Mahfud MD memerintahkan kepada jajarannya di Polhukam untuk mengusut tuntas pembakar Halte Sarinah dll yang sudah diungkap Narasi TV dan Najwa Shihab,” desak Musni Umar, Jumat (6/11).
Musni Umar menduga kuat kejadian pembakaran sudah dilakukan secara sistematis dan terencana, bahkan memiliki maksud untuk memojokkan para demonstran.
“Diduga merupakan kejahatan terencana untuk mengkambing-hitamkan pendemo Anti Omnibus Law,” tukasnya.
MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meluluskan 1.565 peserta evaluasi teori calon Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja…
MONITOR, Jakarta – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar mengajak seluruh…
MONITOR, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengingatkan seluruh pegawai Kementerian Komunikasi dan…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan nasional…
MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan komitmen Indonesia…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan proses kedatangan dan pemulangan jemaah…