Ada RJIT, Produktivitas di Lemahabang Karawang Capai 8 Ton

RJIT Kementan

MONITOR, Karawang – Kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) yang dilakukan Kementerian Pertanian, melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), di Desa Pulokelapa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, berdampak positif.

Kegiatan RJIT yang dilakukan GP3A Wargi Mukti, mampu membantu petani meningkatkan produktivitas pertaniannya menjadi 8 ton/hektare.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyambut baik keberhasilan peningkatan produktivitas tersebut.

“Peningkatan produktivitas pertanian sangat dibutuhkan untuk menjaga ketahanan pangan. Kementan membantu hal tersebut dengan kegiatan RJIT. Karena peningkatan produktivitas hanya bisa dilakukan dengan pasokan air yang mencukupi,” katanya, Kamis (5/11/2020).

Dirjen PSP Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengatakan kegiatan RJIT dilakukan di Desa Pulokelapa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, lantaran banyak air yang hilang akibat porus.

“Saluran irigasi yang ada masih berupa tanah. Sehingga, distribusi air ke lahan sawah kurang lancar. Karena, sering kehilangan air akibat tanah yang porus. Kondisi ini kita perbaiki dengan RJIT dan menjadikan saluran permanen menggunakan konstruksi pasangan batu dengan 2 sisi,” katanya.

Dengan RJIT, luas layanan irigasi di Desa Pulokelapa, Kecamatan Lemahabang, turut meningkat. Luas layanan irigasi yang sebelumnya 40 Ha, meningkat menjadi 50 Ha

Begitu juga dengan produktivitas. Jika sebelumnya produktivitas pertanian 7 ton/hektare (ha), namun dengan RJIT produktivitas menjadi 8 ton/ha, dengan IP 200 atau 2 kali tanam dalam 1 tahun.

“Kegiatan RJIT ini dapat berpengaruh terhadap percepatan tanam, karena kebutuhan air terdistribusi dengan lancar. Selain itu, dampak Sosial yang dirasakan adalah semangat partisipasi masyarakat semakin tinggi, sehingga rasa tanggung jawab dan rasa memiliki saluran yang dibangun semakin baik, karena telah merasakan manfaatnya secara langsung,” tutur Sarwo Edhy.