PERTANIAN

Akademisi UI Minta Masyarakat Kampanyekan Buah Lokal

MONITOR, Jakarta – Di tengah melemahnya ekonomi nasional akibat pandemi covid-19 yang berkepanjangan, permintaan sub sektor pertanian pada komoditas hortikultura seperti sayur dan buah segar justru mengalami peningkatan.

Berdasarkan data BPS, trend produksi buah-buahan lokal pada kurun waktu 4 tahun terkonfirmasi meningkat cukup signifikan. Pada tahun 2019 misalnya, produksi buah-buahan lokal mencapai 22,5 juta ton atau naik 4,8 persen jika dibanding tahun 2018. Bahkan buah-buahan tahunan menjadi komoditas terbesar ketiga setelah kopi dan tanaman obat. Nilai ekspornya kurang lebih mencapai US$140.228,90.

Mengenai hal ini, Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI), Riyanto menilai peningkatan kualitas buah perlu mendapat perhatian khusus dari semua pihak. Termasuk dari kalangan pengusaha dalam mendorong peningkatan eskpor buah lokal.

“Kuncinya ada pada peningkatan kualitas buah lokal kita serta semua orang harus terus mengkampanyekan makan buah nusantara,” kata Riyanto, Senin, 2 November 2020.

Perlu diketahui, sejak tahun 2006 Kementan fokus melakukan pengembangan buah-buahan unggul di seluruh daerah. Kegiatan ini meliputi pengembangan kawasan dan pendampingan penerapan budidaya sesuai dengan kaidah GAP/SOP. Di samping itu, Kementan juga terus memfasilitasi para petani dengan sarana prasarana pascapanen hingga proses pengolahan dan pemasaran.

Pengamat pangan sekaligus Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang, Sujarwo mengatakan bahwa langkah pemerintah sudah cukup bagus dalam mengembangkan potensi buah dan sayur lokal.

Namun, kata dia, pemerintah harus membuka informasi dan promosi buah segar secara luas. Langkah ini penting dilakukan agar masyarakat memiliki geliat tanam serta pengetahuan lebih pada subsektor sayur dan buah segar.

Apalagi, kata Sujarwo, persepsi masyarakat tentang pengetahuan buah lokal sejauh ini masih kurang baik. Karena itu, branding buah lokal sangat penting dilakukan untuk menunjang kejelasan fungsi bagi kesehatan, sehingga mengarah pada functional food. Tentunya dengan positioning yang baik dan terkoneksi dengan aspek kesehatan.

“Pandemi covid-19 ini sebenarya momentum untuk Kementerian Pertanian (Kementan) agar terus menyuarakan buah-buahan lokal dan membrandingnya lebih bergengsi,” katanya.

Sujarwo menilai, riset-riset tentang kemanfaatan buah lokal dan juga promosi atas kegunaannya makin tergerus oleh promosi dan budaya pembenar (affirmative culture). Sehingga masyarakat masih berpikiran bahwa buah impor lebih bagus dari buah lokal.

“Kita tidak akan dapat meningkatkan citra produk lokal, seperti buah, selama kita tidak menghargai produk lokal kita sendiri dengan baik,” imbuhnya.

Terpisah, Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian, Liferdi Lukman mengatakan bahwa peluang bisnis buah dan sayur lokal masih tergolong tinggi, terutama di pasar lokal bahkan internasional.

Saat ini, kata Liferdi, buah-buahan yang mengalami lonjakan permintaan diantaranya jambu biji, jeruk lemon dan alpukat. Hal ini dikarenakan buah-buahan tersebut dikenal kaya serat, vitamin C,E, dan antioksidan.

“Buah-buahan tersebut banyak diproduksi oleh petani-petani kita dan penjualan buah hingga kini masih tinggi. Pastinya akan dapat membantu para oetani di tengah kondisi sekarang ini,” tutupnya.

Recent Posts

Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Pelindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat kompetensi dan pelindungan pekerja sebagai respons terhadap…

1 hari yang lalu

Kemenag Salurkan 1.000 School Kit dan 16 Ruang Belajar Sementara untuk Madrasah di NTT

MONITOR, NTT - Kementerian Agama menyalurkan bantuan berupa 1.000 school kit dan 16 Temporary Learning Space…

1 hari yang lalu

Universitas Islam Depok dan Hartford International University USA Jalin Kemitraan Perkuat Dialog Antarumat dan Akademik

MONITOR, Jakarta - Dalam upaya memperkuat kerja sama akademik internasional dan pemahaman lintas budaya, Universitas…

2 hari yang lalu

Jasa Marga Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi…

3 hari yang lalu

Kemenhaj Mediasi Pengaduan Penundaan Keberangkatan dan Pengembalian Dana Jemaah

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memfasilitasi mediasi antara mitra pemasaran selaku…

3 hari yang lalu

Bursa Wirausaha Unggulan Buka Akses UMKM Naik Kelas

MONITOR, Medan — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui…

3 hari yang lalu