HUKUM

Dinilai Selamatkan Demokrasi, Mahkamah Agung Dapat Kiriman Karangan Bunga

MONITOR, Ogan Ilir – Sebuah karangan bunga berisi ucapan selamat terlihat terpampang di depan gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta Pusat. Karangan bunga itu berisi apresiasi terhadap MA dari kelompok yang menamakan diri sebagai masyarakat Ogan Ilir.

Berdasarkan pantauan wartawan, Rabu (28/10/2020), di Jalan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, karangan bunga itu dipasang di trotoar jalan dan bersandar di pagar depan gedung MA. Dalam tulisannya, MA disebut telah berhasil menyelamatkan demokrasi di kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

“Turut berbahagia, terima kasih kepada Mahkamah Agung telah menyelamatkan demokrasi di Kab. Ogan Ilir,” demikian keterangan dalam karangan bunga tersebut.

Sehari sebelumnya, Selasa (27/10/2020) diberitakan, Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan pasangan calon bupati dan wakil bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak yang didiskualifikasi KPUD Ogan Ilir. Ilyas yang merupakan bupati petahana tetap menjadi peserta Pilkada.

Terlihat di situs Kepaniteraan MA, Rabu, (28/10/2020), permohonan Ilyas yang terdaftar dengan nomor registrasi 1P/PAP/2020 itu sudah diputus. MA mengabulkan permohonan Ilyas.

“Kabul permohonan pemohon,” demikian tulis MA. Putusan itu diketuk oleh majelis hakim yang terdiri dari Yosran, Is Sudaryono dan Yulius tertanggal 27 Oktober 2020.

Recent Posts

Rektor UIN Jakarta Ajak Civitas Academica dan Publik Jaga Negeri

MONITOR, Jakarta - Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar, mengajak seluruh civitas academica…

1 jam yang lalu

Respons Tuntutan Publik, Delapan Fraksi Sepakat Evaluasi Tunjangan DPR

MONITOR, Jakarta - Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa dan elemen masyarakat yang menolak besarnya gaji…

4 jam yang lalu

Eko Patrio dan Uya Kuya Resmi Dinonaktifkan dari DPR

MONITOR, Jakarta - DPP Partai Amanat Nasional (PAN) secara resmi menonaktifkan Eko Hendro Purnomo alias…

6 jam yang lalu

GUSDURian Nilai Kapolri Gagal Bertanggung Jawab atas Kekerasan Aparat Terhadap Demonstran

MONITOR, Jakarta – Jaringan GUSDURian menilai Kapolri gagal bertanggung jawab atas berulangnya tindakan represif yang…

6 jam yang lalu

NasDem Berhentikan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR RI

MONITOR, Jakarta - Ketua Umum Partai NasDem memutuskan untuk menon-aktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa urbach…

6 jam yang lalu

Redam Energi Kemarahan Massa, Pemerintah Diminta Lebih Aktif Libatkan Tokoh Agama

MONITOR, Jakarta - Mantan Aktivis 98, Arif Mirdjaja mengimbau agar pemerintah lebih aktif lagi melibatkan…

8 jam yang lalu