Ini Tiga Menteri Berkinerja Paling Memuaskan Versi IPR

Meski begitu, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja para menteri masih relatif di bawah 50 persen.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin (dok. MONITOR)

MONITOR, Jakarta – Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Prabowo Subianto, menduduki peringkat pertama di tingkat kepuasan publik dalam survei Evaluasi Publik Satu Tahun Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin yang dilakukan oleh Indonesia Political Review (IPR).

Direktur Eksekutif IPR, Ujang Komarudin, mengungkapkan bahwa survei itu dilakukan untuk mengukur dua isu utama, yakni mengukur tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi- Ma’ruf Amin secara keseluruhan dan mengukur tingkat kepuasan publik terhadap kinerja para menteri atau kepala badan/lembaga setingkat menteri dalam Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Menurut penilaian publik, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja para menteri kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin masih relatif di bawah 50 persen,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Ujang menyampaikan, untuk hasil survei evaluasi terhadap kinerja jajaran menteri atau kepala badan/lembaga kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin selama satu tahun dari indikator kepuasan publik, nama Menhan Prabowo Subianto dinilai sebagai menteri berkinerja paling memuaskan yakni 45,2 persen.

“Kemudian posisi kedua ada nama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan meraih 44,9 persen kepuasan publik. Dan nama Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menjadi jajaran menteri dengan kinerja paling baik ketiga dengan memperoleh 44,8 persen kepuasan publik,” ujarnya.

Ujang mengatakan, sedangkan menteri atau kepala badan/lembaga yang paling kecil mendapatkan kepuasan publik terkait kinerja mereka antara lain Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko 34,0 persen, Sekretaris Kabinet Pramono Anung 33,6 persen dan terakhir Menteri Ketenagakerjaan Ida fauziah 33,3 persen.

Sekadar informasi, survei tersebut dilakukan di 34 provinsi yang ada di Indonesia dan menggunakan Metode Multistage Random Sampling.

Wawancara dilakukan pada 1-10 Oktober 2020 dengan cara telesurvei, yakni responden diwawancara melalui kontak telepon menggunakan kuesioner.

Data nomor telepon responden diambil dari responden survei nasional Arus Survei Indonesia periode September 2020. Adapun jumlah responden yakni sebanyak 1000 responden dengan margin of error +/- 3.1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.