PERTANIAN

Kementan Gandeng Peragi Kembangkan Food Estate Kalteng

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) akan mengembangkan Food Estate (Lumbung Pangan) di Provinsi Kalimantan Tengah seluas 30 ribu hektare pada tahun ini. Dalam prosesnya, Kementan menggandeng Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi) yang akan mendampingi kebijakan Food Estate dengan melakukan penelitian berkelanjutan, dan secara aktif memberikan saran serta inkubasi kepada Kementan.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), program ini sangat bagus secara ekonomi, ada banyak manfaat ekonomi yang didapat petani dan masyarakat dalam pengelolaan satu kawasan Food Estate. Semua potensi ini dikembangkan secara komprehensif dan terukur.

“Food Estate akan menjadi sentra ekonomi baru bagi Kalteng bahkan Indonesia. Aktivitas pertanian dilakukan komprehensif dengan basis korporasi. Komoditasnya sangat beragam dengan value ekonomi besar. Intinya, Food Estate akan terus mendongkrak perekonomian masyarakat selain lumbung pangan nasional,” jelas Menteri SYL.

Masih kata Mentan SYL, munculnya hal tersebut sebagai penopang pangan nasional memang menjanjikan secara bisnis. Adapun potensi lahan pengembangan Food Estate di Kalimantan Tengah seluas 164.598 hektare (ha), terdiri dari lahan fungsional atau intensifikasi seluas 85.456 ha dan lahan sisa fungsional atau ekstensifikasi 79.142 ha.

Sedangkan lahan akan digarap pada 2020 seluas 30.000 ha yang tersebar di Kabupaten Kapuas seluas 20.000 ha dan Kabupaten Pulang Pisau seluas 10.000 ha.

“Untuk komoditi padi akan mampu memberikan pendapatan Rp 2 juta/bulan/orang. Kapasitas produksinya dinaikan menjadi 6 ton/hektar dengan durasi panen 3 kali setahun,” tambahnya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, ada sejumlah kunci untuk meningkatkan produksi pertanian termasuk Food Estate. Kunci dari budidaya pada program Food Estate adalah ketersediaan air, benih berkualitas dan pupuk yang tepat.

“Langkah selanjutnya adalah melakukan kegiatan pompanisasi dan pipanisasi serta pengadaan alsintan dan memfasilitasi petani agar bisa membawa hasil panennya untuk dijual,” ujar Sarwo Edhy dalam acara Diskusi Forwatan di Jakarta, Senin (12/10).

Jika semuanya sudah dilakukan, lanjut Sarwo Edhy, Food Estate akan berhasil. Kementan juga berupaya mengubah cara bertani tradisional ke modern dengan teknologi yang sudah ada. Dengan begitu, diharapkan produktivitas bisa meningkat dan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami sudah siapkan alsintan traktor roda 2 dan 4 untuk mengolah lahan, kegiatan penanaman telah disiapkan mesin transplanter. Kemudian ada combine harvester untuk membantu petani saat panen termasuk memberikan bantuan dryer. Petani juga tidak lagi menjual gabah tetapi digiling dahulu dan diproses menjadi beras dengan pengemasan yang menarik,” sebut Sarwo Edhy.

Pada lahan tersebut, pemerintah melakukan intensifikasi pada lahan lahan yang selama ini berupa semak belukar. Dia berharap, lahan yang produktivitasnya saat ini di bawah 4 ton gabah kering panen per hektare bisa ditingkatkan menjadi 6 ton per hektare.

“Selain itu, di lokasi ini juga dikembangkan konsep pertanian yang modern serta berkelanjutan. Dan untuk mendukung budidaya, akan dilakukan rehabilitasi jaringan irigasi, baik primer, sekunder, maupun dan tersier,” tuturnya.

Direktur Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi) Dwi Asmono mengatakan, dalam pengembanan Food Estate, harus dimulai penyiapan bibit, pemasaran, serta pabrik harus dibangun dengan benar.

“Dari sisi on farm, menjadi faktor penentu produksi adalah dengan melakukan pemilihan bibit unggul, pengelolaan tanah yang baik, pemupukan yang tepat, pengendalian hama dan penyakit, serta pengairan yang baik,” jelas Dwi Asmono.

“Selain itu, aspek nutrisi perlu diperhatikan dengan kondisi lahan Food Estate, penggunaan magnesium dan kalsium. Karena kandungan nutrisi dan magnesium di Kalimantan sangat rendah,” tambahnya.

Recent Posts

Pemerintah Sita 4 Juta Hektar Lahan dan Tutup 1.000 Tambang Ilegal

MONITOR, Jakarta - Pendekatan ekoteologi yang dikembangkan Kementerian Agama sejalan dengan langkah tegas Presiden dalam…

3 jam yang lalu

WEF Davos 2026 Jadi Momentum Penguatan Industri Nasional

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian menegaskan komitmennya dalam memastikan investasi yang masuk ke Indonesia tidak…

4 jam yang lalu

Efisienkan Kegiatan, Menag Usulkan STQ Digabung ke MTQ

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengusulkan agar Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) dihapus…

6 jam yang lalu

Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500

MONITOR, Jakarta - Operasi pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten…

14 jam yang lalu

Lindungi Peternak-Konsumen, Mentan Amran Tegaskan Pengawasan Ketat DOC hingga Daging Sapi

MONITOR, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat sebagai Kepala Badan…

16 jam yang lalu

Klinik UMKM Bangkit Diluncurkan di Sumbar Bantu Percepat Pemulihan Pascabencana

MONITOR, Sumatera Barat - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meresmikan Klinik UMKM Bangkit…

17 jam yang lalu