PERTANIAN

Genjot Produksi Pertanian, Blitar Bangun 11 Embung

MONITOR, Blitar – Kabupaten Blitar, Jawa Timur terus meningkatkan infrastruktur pertanian. Salah satunya dengan membangun embung di 11 tempat menggunakan tiga sumber anggaran, salah satunya dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, Pemerintah harus melakukan upaya antisipasi perubahan iklim terutama kemarau. Karena memang manfaat infrastruktur air seperti embung, dam parit maupun long storage baru terasa ketika kemarau datang.

“Bangunan air seperti embung dan dam parit akan bermanfaat meskipun debit air kecil, air masih bisa teralirkan ke sawah-sawah petani. Sehingga petani bisa menambah pertanaman dalam setahun, dari satu kali menjadi dua kali,” jelas Mentan SYL, Minggu (11/10).

Mentan SYL menambahkan, insfrastruktur air ini juga sangat berguna dalam pengelolaan air lahan kering maupun tadah hujan. Dirinya berharap masyarakat dan para petani bisa menjaga dan merawat apa yang telah dibangun oleh pemerintah.

“Saya pesan kepada petani dan masyarakat agar menjaga dan memelihara embung dengan baik. Jangan sampai rusak atau terbengkalai karena ini kan manfaatnya selain buat petani juga masyarakat bisa menggunakan air di sini saat kekeringan,” tuturnya.

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy menjelaskan, pembangunan embung untuk mengantisipasi musim kering di tahun 2020. Pembangunan itu diharapkan bisa menampung air hujan dan mengairi sawah, sehingga mampu meminimalisir kerugian petani.

“Program pembangunan embung itu merupakan program strategis untuk penampungan air hujan atau sumber sumber mata air di tempat lain. Sehingga, ke depan, program embung mampu mengantisipasi kekeringan di lahan pertanian kita,” kata Sarwo Edhy.

Menurut Sarwo Edhy, pembuatan embung sangat diperlukan. Jika musim hujan lahan tidak terendam air, di musim kemarau saat air dari irigasi tidak mencukupi maka embung bisa dimanfaatkan secara efektif dan efisien untuk mengairi lahan padi atau tanaman pertanian lainnya.

“Kami meningkatkan pendapatan petani melalui penerapan pertanian yang lebih baik. Proyek konservasi lahan juga diharapkan menyelamatkan lahan kritis dengan menanamkan tanaman konservasi produktif,” pungkas Sarwo Edhy.

Kepala Bidang Sumber Daya Manusia, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar, Dwi Martono mengatakan, pada tahun 2020, Pemerintah telah membangun embung atau waduk buatan yang didirikan di lahan petani sebanyak 11 tempat. Kesebalas embung tersebut, dibangun dengan menggunakan anggaran yang berbeda-beda.

“Sesuai data masuk, tahun ini ada 11 embung pertanian yang di bangun dengan tiga sumber anggaran yang berbeda. Pertama dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebanyak 5 embung, Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) dan Kementerian Pertanian masing-masing 3 embung,” tuturnya.

Dwi menjelaskan, hingga kini progress pembangunan tandon air buatan mayoritas sudah mencapai tahap akhir. Artinya, dalam waktu dekat keberadaan embung pertanian bisa dimanfaatkan untuk menampung air. Mengingat akhir-akhir ini, sebagian besar wilayah Blitar mulai diguyur hujan.

“Pembangunan embung terus dikebut agar saat hujan tiba, sudah bisa dimanfaatkan untuk menampung air. Diharapkan, adanya embung dapat meningkatkan indeks pertamanan (IP) dan menjaga produktivitas pertanian di Kabupaten Blitar tetap melimpah,” pungkasnya.

Recent Posts

Klaim Harga Bahan Pokok Stabil Pasca-Lebaran 2026, Mendag: Daya Beli Masyarakat Menguat

MONITOR, Jakarta – Kementerian Perdagangan mencatat stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan hingga Idulfitri 2026,…

5 jam yang lalu

Kemenperin Perkuat Wirausaha Industri

MONITOR, Jakarta - Dalam rangka memperkuat ekosistem industri nasional, Kementerian Perindustrian terus mendorong lahirnya wirausaha…

9 jam yang lalu

Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan…

11 jam yang lalu

Kemenperin Perkuat Daya Saing Industri melalui Layanan Sertifikasi Terintegrasi

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat langkah strategis dalam mempercepat transformasi industri nasional yang…

13 jam yang lalu

Program Pendampingan Pertapreneur Aggregator Diklaim Sukses Dongkrak Pendapatan UMK

MONITOR, Jakarta – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat dukungannya bagi usaha mikro dan kecil (UMK) melalui…

13 jam yang lalu

Komisi I DPR Kutuk Serangan Israel terhadap Prajurit TNI di Lebanon

MONITOR, Jakarta — Anggota Komisi I DPR RI Rizki Aulia Rahman Natakusumah mengutuk keras serangan…

18 jam yang lalu