Ciganjur Jakarta Selatan Diterjang Banjir, Satu Warga Meninggal Dunia

Evakuasi korban banjir

MONITOR, Jakarta – Kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan (Jaksel) diterjang banjir. Ratusan rumah dikabarkan ikut terendam. Tak hanya itu seorang warga pun dikabarkan meninggal dunia.

Lurah Ciganjur, Hizfillah mengatakan, korban meninggal dunia adalah seorang perempuan berusia sekitar 45 tahun. Korban kini dievakuasi ke RS Marinir.

“Iya, ada satu warga yang meninggal, korban berjenis kelamin perempuan, usia sekitar 45 tahun,”ujarnya.

Selain korban meninggal ada juga korban lain yang dievakuasi ke RS Ali Sibroh Malisi, Jaksel. Kedua korban juga berjenis kelamin perempuan.

“Sudah dibawa RS Sibroh, perempuan usia 50 tahun dan 48 tahun,”terangnya.

Terpisah, Camat Jagakarsa, Alamsyah, mengungkap banjir terjadi karena luapan anak Kali Setu. Aliran kali tertutup longsoran tembok perumahan hingga air meluap dan menggenangi permukiman warga.

“Anak Kali Setu itu tertutup longsoran tembok dari Melati Residence, sehingga air yang harusnya mengalir dari arah selatan menuju utara tertutup sehingga air meluap ke permukiman warga,” ujarnya, Sabtu (10/10).

Akibat banjir ini, sedikitnya 100 warga dievakuasi dan mengungsi ke posko pengungsian terdekat. Ketinggian air di permukiman warga mencapai 1,5 meter.

Ketinggian air yang meluap antara 75 cm sampai 1,5 meter,” jelasnya.

Banjir di Ciganjur merendam 300 rumah warga. Warga yang terdampak banjir segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

“Jumlah yang terendam rumahnya ada sekitar 300 rumah, kemudian untuk warga yang ada di rumah sebagian sudah diungsikan pada posko yang terdekat, kemudian juga ada keluarga terdekat juga,”pungkasnya.