PERTANIAN

Pulihkan Ekonomi Nasional, Kementan Fokus Kembangkan Benih Unggul dan Prospektif

MONITOR, Jakarta – Direktorat Perbenihan Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) bersiap melaksanakan sembilan program unggulan pada 2021. Jumlah anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 389,5 miliar.

“Salah satu yang akan kami kerjakan adalah sertifikasi 10.500 benih hortikultura. Kami utamakan komoditas dengan prospek ekspor untuk akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) karena Covid-19 selain untuk pemenuhan kebutuhan domestik” kata Direktur Perbenihan Ditjen Hortikultura, Sukarman, dalam keterangannya, Selasa (29/9).

Berikutnya, pengadaan benih umbi-umbian, khususnya bawang merah, bawang putih, rimpang, dan sayuran lain sebanyak 7.240 ton; benih mangga, jeruk, durian, kelengkeng, dan alpukat 651.000 batang; benih manggis, pisang, buah naga, dan jeruk 1,68 juta batang; serta benih hortikultura lainnya 35 kali.

Program lainnya adalah bimbingan teknis (bimtek), dan prasarana perbenihan, pengawasan peredaran benih, serta penerbitan regulasi.

“Pengadaan benih umbi-umbian terbanyak dialokasi untuk bawang putih sebesar 3.500 ton, disusul bawang merah umbi dan biji 2.610 ton, sayuran lainnya 650 ton, dan rimpang 480 ton. Bawang putih dikembangkan agar impor dapat ditekan,” tuturnya.

Pengadaan benih batang bakal dilakukan Balai Benih Hortikultura (BBH) untuk memenuhi kebutuhan kawasan pada 2021 dan 2022. Juga pemeliharaan stok benih hasil produksi tahun ini.

Adapun budi daya bawang putih dan kentang per hektare (ha) setidaknya membutuhkan satu ton. Sedangkan rimpang 0,8 ton per ha. “Kalau bawang merah, satu ton umbi per hektare dan 4 kilogram biji per hektare,” jelasnya.

Sementara itu, Kegiatan prasarana perbenihan dijadwalkan diadakan di laboratorium kultur jaringan di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Sulawesi Barat (Sulbar); rumah kasa (screen house) di Sulawesi Tengah (Sulteng); merehabilitasi atau membangun rumah kasa atau gudang benih di Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sumatera Barat (Sumbar), Bangka Belitung (Babel), Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan (Sumsel), Lampung, Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Timur (Kaltim), Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Gorontalo, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Maluku Utara.

Di sisi lain, Sukarman, menerangkan, tersisa sekitar 359.600 benih mangga hingga akhir 2020. Jumlah tersebut merupakan hasil produksi BBH dikurangi kebutuhan kawasan. Komoditas lainnya, 1.178.300 benih jeruk, 438.000 benih durian, 55.500 benih alpukat, dan 376.500 benih kelengkeng.

“Sisa benih tersebut untuk memenuhi kebutuhan kawasan pada 2021 dan 2022. Pun bisa menjadi sumber pendapatan negara bukan pajak jika dijual,” ujarnya.

Dirjen Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto, menambahkan, pihaknya tidak sekedar melakukan pengadaan benih. Namun, turut memperhatikan varietas dan keunggulannya.

“Benih memegang peran penting di hulu. Semakin bagus benih yang digunakan tentu memengaruhi produksinya. Makanya, kita mengutamakan benih unggul agar efek bergandanya betul-betul nyata. Jadi, petani nantinya tidak sekamedar menggarap lahan dan memproduksi saja,” tuturnya. Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk meningkatkan pengadaan benih-benih unggul berkualitas guna memacu peningkatan produksi hortikultura nasional serta mendorong ekspor.

“Yang kami mau petani ikut mendapat hasil maksimal dari hasil taninya, sehingga pangsa pasar meluas, produk laris, dan pada akhirnya ekonomi tumbuh,” tuntas Anton, nama akrabnya.

Recent Posts

Apresiasi Prabowo, Komnas Haji: Tata Kelola Haji Makin Progresif dan Berpihak pada Jemaah

MONITOR, Tangerang Selatan - Komisi Nasional Haji (Komnas Haji) menyampaikan apresiasi atas komitmen dan langkah…

3 jam yang lalu

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM Awal 2026, MiniesQ Sukses Tembus Ritel Modern Usai Kantongi Halal

Jakarta – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat peran UMKM sebagai pilar ekonomi nasional dengan memfasilitasi 1.346…

5 jam yang lalu

Target Ekspor 100 Kontainer ke Italia, Kopi Indonesia Amankan Kontrak Baru Senilai Rp255 Miliar

MONITOR, Roma – Produk kopi Indonesia kembali menunjukkan daya saing di pasar global setelah PT ALKO…

6 jam yang lalu

Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Resmi Dimulai, 10 Ribu Peserta Batch I Siap Masuk Dunia Kerja

MONITOR, Bekasi – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan resmi memulai Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch I…

6 jam yang lalu

Tambang Tumbuh Pesat, Rakyat Tetap Miskin: Sudah saatnya Kita Mengoreksi Arah Kebijakan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, menyoroti paradoks serius dalam pengelolaan…

6 jam yang lalu

Kasetum TNI Buka Rakornisset 2026 di Depok, Tekankan Inovasi dan Efisiensi Kesekretariatan

MONITOR, Depok – Kepala Sekretariat Umum (Kasetum) TNI Brigjen TNI Adek Chandra Kurniawan resmi membuka Rapat…

7 jam yang lalu