Politikus PKS: Generasi Penerus Bangsa Tak Boleh Buta Sejarah

“Mereka harus tahu bahwa pernah ada upaya untuk mengganti Pancasila dengan komunisme”

Anggota MPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi, saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Jumat (25/9/2020). (Istimewa)

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi, mengungkapkan bahwa generasi penerus bangsa tidak boleh buta dan lupa akan sejarah Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Aboe Bakar saat menanggapi peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang selalu diperingati setiap 1 Oktober.

Pria yang akrab disapa Habib itu menyampaikan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila adalah peringatan penting untuk bangsa dan negara ini.

Menurut Habib, catatan kelam masa lalu ini adalah kenangan pahit yang diperingati untuk memberikan pelajaran untuk generasi muda.

“Generasi penerus kita tidak boleh buta sejarah, mereka harus tahu bahwa pernah ada upaya untuk mengganti Ideologi Pancasila dengan komunisme. Namun alhamdulillah, rencana itu bisa gagal, yang kemudian kita memperingatinya dengan Kesaktian Pancasila,” ungkapnya dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (2/10/2020).

Habib mengatakan, luka sejarah itu yang kemudian membuat bangsa ini membuat putusan TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Pancasila (PKI) dan Larangan Komunisme disebarluaskan di Indonesia.

“Hal ini menunjukkan keseriusan bahaya PKI terhadap ideologi bangsa ini. Karenanya peringatan ini adalah bagian untuk mengambil pelajaran dari sejarah masa lalu. Dengan demikian Pancasila akan tetap terjaga dan NKRI tetap jaya,” kata Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI itu.