POLITIK

PDIP Apresiasi Sikap Tegas Silvany ke PM Vanuatu di Sidang PBB

MONITOR, Jakarta – PDI Perjuangan (PDIP) memberikan apresiasi atas apa yang dilakukan Silvany Austin Pasaribu yang dengan tegas mematahkan seluruh argumen Perdana Menteri (PM) Vanuatu, Bob Loughman, soal Papua di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan para diplomat muda Indonesia terutama Silvany Austin Pasaribu di kancah internasional telah menjaga martabat dan kedaulatan bangsa.

“Ketegasannya bahwa Vanuatu tidak berhak mencampuri rumah tangga Indonesia, serta counter attack-nya yang meminta Vanuatu untuk tidak memiliki fantasi berlebihan dan sebaiknya mengurus nasib rakyatnya sendiri, patut diacungi jempol. Itulah buah kaderisasi kepemimpinan Kemlu RI yang membanggakan bangsa,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (29/9/2020).

Hasto menilai, apa yang dilakukan oleh para diplomat Indonesia tersebut menunjukkan bagaimana Indonesia seharusnya memiliki rasa percaya diri untuk terus menunjukkan kepemimpinan strategisnya bagi dunia.

Menurut Hasto, kemampuan komunikasi internasional dan juga seni bernegosiasi atas dasar posisi Indonesia yang begitu strategis dalam percaturan geopolitik dunia sangatlah penting.

“Indonesia memiliki tanggung jawab sejarah untuk memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia dan pada saat bersamaan berjuang membangun persaudaraan dunia yang lebih damai dan berkeadilan, namun tetap respect pada kedaulatan setiap negara tanpa adanya intervensi dari negara lain,” ujarnya.

Hasto mengatakan, apa yang ditampilkan oleh para diplomat Indonesia tersebut jauh lebih bagus dan menggambarkan nasionalisme nyata, dibandingkan tampilan sosok yang merasa dirinya menjadi pemimpin, namun tidak pernah menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan bisanya hanya melihat serta memanfaatkan masa lalu demi ambisi politiknya sebagaimana terjadi akhir-akhir ini.

“Tugas seluruh pemimpin negeri dan menjadi tugas setiap warga negara agar di tengah pandemi ini semuanya memberikan energi positif. Semangat persatuan dan bertindak nyata untuk rakyat harus lebih dikedepankan, daripada sibuk membuat kontradiksi antara ‘kami’ dan ‘kita’ yang memecah soliditas bangsa,” katanya.

“Sebab dalam situasi pandemi ini yang diperlukan adalah persatuan dengan rakyat, kerja nyata dan gotong royong melalui berbagai program padat karya, peningkatan kesehatan rakyat dan memastikan tersedianya pangan yang memadai untuk rakyat,” ungkap Hasto melanjutkan.

Menurut Hasto, PDIP mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus mengobarkan persatuan nasional dan berlomba-lomba memberikan energi positif melalui kerja langsung di tengah rakyat.

“Jika pikiran dan tindakan positif terus dilakukan, maka akan tercipta kebiasaan dan kultur positif yang menyehatkan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Recent Posts

KUMITRA Buka Akses Usaha Mikro Aceh ke Rantai Pasok Ritel

NONITOR, Aceh – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas akses pasar bagi usaha…

30 menit yang lalu

Kamenaker: Kompetensi dan Bahasa Jadi Bekal Kerja ke Jepang

MONITOR, Banyuwangi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya kompetensi dan kemampuan bahasa…

2 jam yang lalu

Kementerian UMKM dan Kemendag Perluas Akses Ekspor Produk Lokal Lewat InaExport

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkolaborasi memperluas…

5 jam yang lalu

Kick Off Hari Santri 2026, Menag: Santri Jangan Jadi Penonton, Harus Ikut Menentukan Masa Depan Indonesia

MONITOR, Jakarta — Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menegaskan bahwa santri tidak boleh…

6 jam yang lalu

IPW Adukan Dugaan Intimidasi dan Pembubaran Ibadah Jemaat GKPI ke Bareskrim

MONITOR, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) melalui Tim Advokasi dan Bantuan Hukumnya mengadukan dugaan…

19 jam yang lalu

STAI Syekh Manshur Dorong Transformasi Pendidikan Islam Menuju Ekosistem Pendidikan Berdampak

MONITOR, Pandeglang - Pendidikan Islam dinilai perlu bergeser dari paradigma pembelajaran yang sekadar berorientasi pada…

20 jam yang lalu