Pangdam Kasuari: Saya Bangga, Kalian Prajurit Hebat

“Saya minta kalian kompak. Jaga persatuan dan kesatuan“

Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, saat berkunjung ke Mako Yonif 761/KA di Distrik Warmare, Manokwari, Papua Barat, Jumat (25/9/2020). (Pendam XVIII/Kasuari)

MONITOR, Manokwari – Panglima Kodam (Pangdam) XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, mengaku sangat bangga dengan seluruh prajurit yang ada di bawah komandonya.

Hal itu diungkapkan Cantiasa saat melihat dari dekat situasi dan kondisi Markas Komando (Mako) Batalyon Infanteri (Yonif) 761/Kibibor Akinting (KA) sekaligus bertatap muka dan memberikan arahan kepada para prajurit di Mako Yonif 761/KA, Distrik Warmare, Manokwari, Papua Barat, Jumat (25/9/2020).

“Saya bangga dengan kalian. Mulai dari penyambutan, hormat jajar, yel-yel, itu menunjukkan kalian adalah prajurit yang hebat walaupun satuanmu, batalyonmu baru berdiri. Kita sebagai prajurit, dalam membangun suatu satuan itu yang paling penting adalah sumber daya manusia, selanjutnya sarana dan prasarana,” ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima MONITOR, Jakarta, Jumat (25/9/2020).

Didampingi Irdam XVIII/Kasuari, Kapoksahli Pangdam, para Asisten Kasdam dan Kabalak Kodam, kedatangan Cantiasa dan rombongan disambut dengan dengan tarian, pengalungan noken dan pemakaian topi adat Papua oleh tokoh masyarakat Papua yang dilanjutkan dengan hormat jajar petugas jaga kesatrian dan sambutan yel-yel selamat datang dari Prajurit Yonif 761/KA.

“Saya minta kalian kompak. Jaga persatuan dan kesatuan, dukung komandan batalyonmu, dukung komandan kompimu, dukung komandan peletonmu. Saya bangga kalian punya motto ‘Setia, Tangguh, Berhasil’. Tunjukkan itu dalam pelaksanaan tugasmu,” ujar Cantiasa.

Usai menerima paparan dari Danyonif 761/KA Mayor Inf Misael M.J Polli dan memberikan arahan kepada para Perwira Batalyon, Cantiasa pun menyaksikan demonstrasi tentang penanganan gangguan keamanan yang diperagakan oleh Prajurit Yonif 761/KA dengan melibatkan dua unit Panser Anoa.

Selanjutnya Cantiasa memberikan Jam Panglima dan arahan kepada ratusan Prajurit 761 di lapangan upacara batalyon.

“Tujuan saya datang kesini karena saya ingin melihat kalian secara langsung, 

melihat pangkalan (markas) kalian yang ternyata luar biasa indah, di belakangnya ada gunung. Itu bisa jadi medan atau tempat latihan. Luar biasa, tidak usah jauh-jauh, kalian bisa latihan di belakang, sudah ada tempatnya disitu yang satuan-satuan lain tidak punya. Mereka harus naik kendaraan dulu untuk berlatih, sedangkan kalian tidak perlu pergi jauh-jauh, tinggal balik kanan maka kalian bisa latihan,” kata Cantiasa.

Walaupun Yonif 761/KA baru saja berdiri, namun Cantiasa pun memberikan penilaian tertentu untuk prajurit di satuan ini.

“Saya sudah ke berbagai negara di dunia, Eropa, Amerika, Australia dan melihat prajurit mereka. Saya sudah melihat pasukan-pasukan luar negeri dan di dalam negeri Indonesia dari Barat ke Timur. Saya pernah menjadi Kasdam di Kodam XVII/Cenderawasih dan hari ini saya menjadi Panglima di Kodam Kasuari. Saya bisa melihat bagaimana prajurit itu yang hebat, bagaimana prajurit itu semangat, bagaimana prajurit yang betul-betul bisa diandalkan di satuannya, dan itu kalian miliki semua, terima kasih,” ungkapnya.

Melihat bahwa sebagian Prajurit Yonif 761/KA sudah memiliki kualifikasi Raider, maka Cantiasa pun berpesan agar mereka terus memelihara kemampuan dan kecakapan yang dimiliki dan membaginya kepada yang belum Raider.

“Untuk menjadi Prajurit Raider, kalian telah dilatih oleh pasukan khusus (Komando Pasukan Khusus/Kopassus), sehingga ilmu dan kemampuan kalian sebagian sudah Pasukan Khusus. Jadi kemampuan ini jangan kalian kecewakan, jangan dihilangkan dan harus ditularkan kepada prajurit lainnya yang belum menempuh pendidikan Raider,” ujar Jenderal Bintang Dua Abituren Akmil 1990 itu. 

“Saya yakin kalian masih muda-muda, jadi kalian harus semangat, enerjik dan yang paling penting kalian adalah perintis satuan ini, kalianlah orang pertama di batalyon ini. Tolong ini dijaga, karena tugas pokok kalian berat, dirancang untuk menjadi Batalyon PMK, kalian pasukan pemukulnya Panglima, kalian tangan kanan Panglima. Oleh karena itu, kalian harus bisa dipercaya,” kata mantan Komandan Jenderal Kopassus itu.