MONITOR, Kabupaten Bener Meriah – Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan melakukan pendataan lahan untuk Program Badan Cadangan Logistik Strategis (BCLS), salah satunya di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.
Tim Kemhan yang diketuai Kolonel Laut Yayan Sugiana telah melakukan blusukan untuk mendapatkan lahan yang dibutuhkan. “Di tempat tersebut sudah siap 30 ribu hektare,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9).
Lahan seluas itu akan menuai manfaat bagi masyarakat. Mengingat hal tersebut untuk meningkatkan produksi pangan selama masa pandemi Covid-19.
“Rencananya di atas lahan tersebut, selain akan dibuka budidaya singkong juga akan dibangun pabrik pengolahannya. Dijadikan bioetanol dan sumber karbohidrat serta obat-obatan,” jelas Kolonel Laut Yayan Sugiana.
Pemerintah terus berupaya mengantisipasi krisis pangan. Program BCLS bisa menjadi solusi dalam mengatasi ketergantungan impor pangan.
“Saya prihatin dengan kemiskinan yang melanda masyarakat Aceh. Para investor enggan menanamkan modalnya di sana. Semoga ikhtiar saya ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh sehingga mereka bisa dientas dari kemiskinan,” papar Kolonel Laut Yayan Sugiana.
Sebelumnya, Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi didampingi Dandim 0119/BM Letkol Inf. Valyan Tatyunis dan Anggota DPRK Bener Meriah Zulham membahas program Badan Cadangan Logistik Strategis di Kemhan.
MONITOR, Jakarta - DPR RI kembali menyelenggarakan Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana (Galapana) DPR dengan…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mendukung rencana transfornasi Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan bahwa proses PK (Pengembalian Keuangan) Haji…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Abdullah merespons pelaporan komika Pandji Pragiwaksono ke…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar melepas ribuan peserta Jalan Sehat Kerukunan Umat Beragama…
MONITOR, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Mahfuz Sidik Indonesia mengatakan, pemerintah Indonesia…