Hadapi Musuh Malam Hari, TNI AD Gunakan Rudal Mistral

Selain Rudal Mistral, Arhanud juga menggunakan Meriam 20 mm Rheinmetal.

Personel Arhanud TNI AD saat menggunakan Meriam 20 mm Rheinmetal dalam Latbakjatrat secara terintegrasi di Lapangan Tembak AWR TNI AU di Pandanwangi, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (10/9/2020). (Dok. Dispenad)

MONITOR, Lumajang – Untuk pertama kalinya latihan penembakan rudal Arhanud dilakukan pada malam hari pada Latihan Menembak Senjata Darat (Latbakjatrat) secara terintegrasi di Lapangan Tembak Air Weapon Range (AWR) TNI AU di Pandanwangi, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (10/9/2020).

Latihan yang diikuti 450 prajurit dari seluruh satuan jajaran Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD itu disaksikan langsung Dankodiklatad Letjen TNI A.M Putranto, Danpussenarhanud Mayjen Nisan Setiadi serta pejabat di lingkungan Kodiklatad dan Pussenarhanud dan berlangsung mulai dari 5-11 September 2020.

Digelarnya latihan ini untuk meningkatkan kemapuan dan profesionalisme prajurit Arhanud dalam mengawaki Alutsista yang dimiliki satuan Arhanud dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancama musuh.

“Tujuan latihan ini untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme prajurit dalam menghadapi serangan udara pesawat musuh yang disimulasikan dengan menggunakan Bansee dan pesawat aeromodeling,” ungkap Dankodiklatad, Letjen TNI Putranto, dalam keterangan resmi yang diterima MONITOR, Jakarta, Sabtu (12/9/2020).

Latihan penembakan malam senjata Arhanud itu diinisiasi oleh Danpussenarhanud Mayjen TNI Nisan Setiadi dengan diasumsikan mendapat serangan pesawat udara musuh pada malam hari.

Latihan itu,l juga dihadiri Pangdivif 2 Kostrad, Pangkogasgapad, Kasdam III/Siliwangi dan Forkopimda Kabupaten Lumajang.

Rudal-rudal yang digunakan diantaranya rudal Mistral (Atlas dan MPVC), Startreak jenis Lightweight Multiple Launcher (LML) dan Multi Mission Sistem (MMS). Selain itu juga dilakukan uji tembak beberapa meriam Arhanud kaliber 20 mm Rheinmetal, 23 mm/Zur, 40 mm/L70 dan 57 mm. 

“Latihan ini harus menyerupai pertempuran sebenarnya sebab untuk melatih prajurit agar memiliki naluri tempur dalam kondisi dan waktu apapun serta andal dalam menghadapi ancaman serangan pesawat udara maupun rudal balistik,” ujar Mayjen Nisan.

Di sela latihan juga dilaksanakan penembakan VIP oleh para undangan dan pada akhir kegiatan latihan, Danpussenarhanud Mayjen TNI Nisan Setiadi menyematkan brevet Master Gunner kepada petembak tamu undangan VIP tersebut.

Selain itu juga dilaksanakan bakti sosial di Masjid Nurul Huda berupa pemberian sembako kepada warga sekitar, bantuan keramik untuk masjid, kantor desa, sekolah, pondok pesantren serta pembangunan fasilitas pompa air di Lapangan Tembak AWR Pandanwangi.