Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Demokrat Irwan (dok: Pontas)
MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI Irwan menilai keputusan pemerintah untuk menunda perencanaan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) sangat bijaksana. Terlebih, sambung dia, ketika keputusan penundaan tersebut terkait dengan penanganan pandemi Covid-19.
“Saya pikir itu keputusan bijaksana dari pemerintah. (Saat ini), kita memang semua fokus pada penanganan Covid-19 berikut dampaknya,” kata Irwan kepada wartawan, Jakarta, Selasa (8/9).
Wakil Sekertaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat ini juga berpandangan, menjadi sangat tidak etis bila kemudian pemerintah tetap bersikeras melanjutkan pembangunan IKN di tengah pandemi Covid-19 kondisi ekonomi nasional yang sedang resesi.
“Saya pikir masyarakat Kalimantan Timur 100 persen menerima hal itu (penundaan),” sebut legislator dari Dapil Kaltim tersebut.
“Bagi saya, penundaan itu justru menegaskan bahwa pemerintah serius untuk melakukan pemindahan IKN ke Kalimantan Timur. Ini kan ditunda bukan dibatalin,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah memutuskan melakukan penundaan pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur, seiring masih fokusnya terhadap penanganan pandemi Covid-19.
“Sampai hari ini ibu kota negara programnya masih di hold (tunda),” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Suharso Monoarfa di ruang rapat KK 1 DPR.
MONITOR, Subang – Demplot budidaya padi organik di kawasan Lembur Pakuan, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan,…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan memuji aksi penghijauan yang dilakukan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti dugaan praktik klaim fiktif Jaminan…
MONITOR, Banjarbaru - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa evaluasi…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem transportasi berkelanjutan…
MONITOR, Banjarbaru - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa Biaya…