32 Perwira Secapa AD Ikuti Donor Plasma Darah Lanjutan

Salah satu Perwira TNI AD mantan siswa Secapa yang ikut donor plasma untuk keperluan Covid-19 di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (14/8/2020). (Dok. Dispenad)

MONITOR, Jakarta – Sebanyak 32 perwira lulusan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) mengikuti donor plasma darah lanjutan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

“Kegiatan donor plasma darah tahap lanjutan ini adalah upaya pemenuhan ketersediaan stok plasma convalescent RSPAD,” ungkap Kepala Staf AD (Kasad), Jenderal TNI Andika Perkasa, dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Andika mengatakan, dengan peningkatan proses pengambilan donor plasma serta pemenuhan ketersediaan stok plasma convalescent, sampai saat ini sudah terkumpul sebanyak 81 orang pendonor dari perwira mantan Secapa AD.

“Pendonoran plasma ini dilakukan melalui beberapa gelombang, karena harus melewati beberapa proses swab dan uji klinis hingga dapat mendonorkan plasmanya di RSPAD,” katanya.

Proses pendonoran lanjutan tersebut, menurut Andika, merupakan arahannya demi mengurangi peningkatan pasien yang terdampak COVID-19.

“Dengan mengikuti prosedur untuk para perwira yang sudah dinyatakan negatif dua kali hingga dapat mendonorkan darahnya, semoga dapat memenuhi ketersediaan plasma convalescent untuk terapi para pasien COVID-19,” ujarnya.

Dari ke-32 perwira yang melakukan donor plasma di RSPAD itu, salah satunya merupakan prajurit yang sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Dustira, Cimahi, Jawa Barat.

“Pertama dinyatakan positif, saya ke Rumah Sakit Dustira dan di-swab di sana. Setelah dua hari dirawat, saya dikembalikan ke Secapa untuk isolasi. Setelah beberapa kali swab dan dinyatakan negatif dua kali,” ungkap salah satu pendonor plasma darah, Letda Inf Abraham.

Abraham mengatakan, para perwira yang berada di Pusdikif, Cipatat, yang sudah dinyatakan pulih serta sudah diuji klinis sample darahnya, akan dilanjutkan ke RSPAD Gatot Soebroto.⁣

“Tidak seluruhnya perwira dapat mendonorkan plasma darah ini. Kami yang sudah dinyatakan lulus uji klinis dan diperbolehkan untuk mendonor sangat merasa senang dan bangga karena dapat berbagi kepada masyarakat,” katanya.