OPINI

Resesi Ekonomi dan Penyerapan Belanja Pemerintah yang Bermasalah

Oleh: Abdulloh Hilmi

Menjelang akhir kuartal III 2020, perekonomian nasional diprediksi bakal masuk ke jurang resesi setelah di kuartal sebelumnya pertumbuhan ekonomi minus 5,35 persen. Ini merupakan catatan terburuk perekonomian kita sejak krisis tahun 1998 lalu yang tumbuh minus hingga 16,5 persen.

Sebelum membahas lebih jauh, mari kita simak definisi dari resesi itu sendiri. Dalam ekonomi makro, resesi atau kemerosotan adalah kondisi ketika produk domestik bruto (GDP) menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun. Resesi dapat mengakibatkan penurunan secara simultan pada seluruh aktivitas ekonomi seperti lapangan kerja, investasi, dan keuntungan perusahaan.

Artinya, jika pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III tahun ini kembali minus, maka sudah dipastikan negara kita masuk ke dalam jurang resesi. Sejumlah ekonom pun telah memproyeksi perekonomian nasional pada kuartal III akan tumbuh negatif. Mengingat dampak pandemi covid-19 saat ini masih berlangsung di seluruh dunia.

Salah satu dampak yang mengerikan dari resesi ini ialah masyarakat kehilangan pendapatan karena perlambatan ekonomi membuat perusahaan sulit untuk beroperasi sehingga terpaksa melakukan efisiensi. Hal ini secara otomatis akan berpengaruh pula terhadap konsumsi dan daya beli masyarakat yang menurun.

Sebagai gambaran, penurunan ekonomi di kuartal II 2020 disebabkan oleh berbagai faktor. Badan Pusat Statistik (BPS) setidaknya mencatat ada 3 sektor yang anjlok, yakni konsumsi, investasi, dan ekspor. Padahal ketiga sektor ini memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Misalnya saja, konsumsi rumah tangga yang memiliki porsi 57,85 persen dari PDB tumbuh minus 5,51 persen. Indikator investasi yang menyumbang 30,61 persen dari PDB juga minus 8,61 persen. Ekspor yang memegang porsi 15,69 persen PDB juga minus 11,66 persen. Impor dengan porsi 15,52 persen tumbuh minus 16,96 persen.

Kemudian konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) dengan porsi 1,36 persen tumbuh minus 7,76 persen.

Namun, yang paling mengkhawatirkan adalah konsumsi pemerintah juga turun hingga minus 6,9 persen. Artinya, government spend yang mestinya bisa menjadi stimulus, malah ikut anjlok. Jika kondisi ini terus belanjut, maka diproyeksikan ekonomi nasional akan sulit membaik.

Tak heran jika Presiden Jokowi beberapa waktu lalu memarahi para menterinya karena penyerapan belanja pemerintah yang bermasalah. Padahal konsumsi pemerintah bisa menjadi daya ungkit saat konsumsi swasta dan rumah tangga menurun. Oleh sebab itu, isu mengenai penyerapan belanja pemerintah saat ini harus segera diselesaikan. Hal tersebut supaya dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional di sisa kuartal tahun ini.

Seperti diketahui, saat ini pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp679 triliun. Jumlah ini seharusnya bisa mendorong perekonomian nasional jika terserap dengan baik. Selain itu, sebaiknya pemerintah memprioritaskan bantuan sosial berupa uang tunai agar roda perekonomian dapat berputar dan ekonomi bisa tumbuh membaik.

Penulis adalah Peneliti Pusat Kajian Keuangan Negara*

Recent Posts

Persiapan Pelayanan Lebaran 2026, Jasa Marga dan Korlantas Polri Kolaborasi Tingkatkan Keamanan, Ketertiban dan Kelancaran di Jalan Tol

MONITOR, Surabaya - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menyerahkan kendaraan…

4 jam yang lalu

DPR: Praktik Keparlemenan Harus Muara pada Kesejahteraan Rakyat

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI/Kordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Cucun Ahmad Syamsurijal, menegaskan bahwa…

8 jam yang lalu

Wamenag: Rumah Ibadah Harus Jadi Pusat Pelayanan Kemanusiaan

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Syafi’i menegaskan bahwa rumah ibadah tidak hanya…

10 jam yang lalu

Hilirisasi Ayam Terintegrasi Masuki Tahap Pertama, Kaltim Ambil Bagian

MONITOR, Kaltim - Pemerintah mulai merealisasikan Program Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi sebagai langkah strategis memperkuat…

13 jam yang lalu

Hadiri Raker KONI Sleman, Ketum Kickboxing Adit Setiawan Siap Gebrak Kejurkab April 2026

MONITOR, Sleman - Ketua Umum Cabang Olahraga (Cabor) Kickboxing Kabupaten Sleman, Adit Setiawan, menegaskan kesiapan…

13 jam yang lalu

Canggih! Teknologi Baru KKP Hasilkan Garam Putih Standar Industri

MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat upaya peningkatan produksi dan kualitas…

16 jam yang lalu