Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019, Fadli Zon (dok; Rangga/Monitor)
MONITOR, Jakarta – Politikus Gerindra Fadli Zon mendesak agar ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold (PT) sebesar 20 persen dihapuskan. Ia menilai, ambang batas ini tidak sesuai dengan semangat demokrasi bangsa Indonesia.
“Presidential Threshold (PT) 20% harusnya dihapuskan, tak sesuai semangat demokrasi,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya di laman Twitter, Jumat (4/9).
Wakil Ketua Umum DPP Gerindra ini menegaskan, presidential threshold tersebut justru tidak akan melahirkan pilihan pemimpin yang terbaik dalam kontestasi Pemilu. Apalagi, ia menilai demokrasi di negeri ini semakin dipenuhi oligarki, potensi kerawanan juga tinggi.
“Demokrasi makin mahal, oligarki, potensi konflik besar hingga korban jiwa, rawan kecurangan dan sabotase, belum tentu menyajikan pilihan pemimpin terbaik,” tukas Ketua BKSAP DPR ini.
Sebelumnya, dua tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yakni Rizal Ramli dan Refly Harun mendatangi Mahkamah Konstitusi. Keduanya meminta agar MK menurunkan presidential threshold menjadi 0 persen agar muncul banyak kandidat capres-cawapres.
MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) memperkuat sinergi untuk…
MONITOR, Jakarta - Gangguan transaksi pada layanan teknologi finansial (tekfin) Flip memasuki hari keempat. Sejak…
MONITOR, Dili - Setelah memaparkan konsep pengembangan ekonomi biru di hadapan Wakil Perdana Menteri Timor-Leste…
MONITOR, Dili - Pengembangan ekonomi biru Timor-Leste memasuki tahap baru. Anggota DPR RI sekaligus Guru…
MONITOR, Jakarta - Industri mainan merupakan salah satu bagian dari sektor industri aneka yang memiliki…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah merespons soal usulan…