Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah (foto: net)
MONITOR, Jakarta – Keberadaan influencer dan buzzer kini tengah dipersoalkan. Apalagi, pemerintah melibatkan sejumlah influencer untuk membantu mengkampanyekan sejumlah isu-isu penting ditengah pandemi. Dana yang dialokasikan bagi influencer pun jumlahnya tidak sedikit.
Sementara pihak Istana membantah atas tudingan memelihara buzzer. Politikus senior Fahri Hamzah pun turut menanggapi fenomena buzzer ditengah wabah ini.
Ia mengaku tidak setuju manakala buzzer dianggap sebagai gangguan dalam kehidupan berdemokrasi, terlebih publik menyalahkan keberadaan buzzer di media sosial.
“Saya tak setuju fenomena buzzer dianggap gangguan. Demokrasi itu memang sistem bising, penuh laron karena bottom line-nya adalah freedom. Orang-orang mengejar cahaya yang kini tersebar pada banyak lampu penerang jalan,” ujar Fahri Hamzah, Selasa (1/9).
Ketimbang menghakimi profesi buzzer, Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia ini justru ingin menyalahkan kinerja pemerintah yang kurang responsif.
“Jadi saya lebih memilih menyalahkan respon pemerintah,” tukas Fahri Hamzah.
MONITOR - Indonesia memiliki potensi ekonomi akuakultur yang diperkirakan mencapai US$210 miliar per tahun, namun…
MONITOR, Jakarta – Ekosistem pendidikan Islam di bawah naungan Kementerian Agama kembali menorehkan tinta emas…
MONITOR, Jakarta - Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) menggelar Meet and Greet Pengurus…
MONITOR, Jakarta - Kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali melakukan aksi kekerasan terhadap masyarakat…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendorong usaha menengah untuk…
MONITOR, QINGDAO, CHINA - Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin…