Jumat, 24 September, 2021

Soal Terduga Pelempar Bom Molotov, Hasto: Orang Itu Anti Demokrasi

MONITOR, Jakarta – Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum terhadap pelaku pelemparan bom molotov di sejumlah kantor partainya di Jawa Barat kepada pihak yang berwajib.

Seperti diketahui, dari tujuh pelaku, dua diantaranya terkonfirmasi merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI).

“Berkaitan dengan bom molotov yang menyerang kantor PDI Perjuangan, sejak semula partai telah menunjukkan suatu tradisi untuk taat hukum. Ketika kantor DPP ini diserang (peristiwa kudatuli) dengan cara seperti itu, yang membunuh demokrasi, kami menempuh jalan hukum,” ungkapnya menjawab pertanyaan wartawan seusai Pembukaan Sekolah Cakada PDIP Angkatan II secara virtual, Jakarta, Rabu (26/8/2020).

“Karena itulah ketika ada pihak-pihak yang kemudian berada di luar jalur hukum kemudian menggunakan bom molotov, siapapun dia, apapun latar belakangnya, orang itu (pelaku) anti demokrasi dan orang itu anti kemanusiaan,” ujar Hasto melanjutkan.

- Advertisement -

PDIP, Hasto mengatakan, mengapresiasi pihak Kepolisian yang telah merespons dan menindaklanjuti laporan terkait insiden pelemparan bom molotov itu. Tak hanya polisi, Hasto juga mengapresiasi jajaran internal PDIP yang tak ikut emosional menyikapi insiden itu. 

“Kami apresiasi kepada Polri yang telah menindaklanjuti laporan kami dan kami juga mengapresiasi jajaran internal partai tidak ada yang emosional menanggapi itu dengan melakukan hal serupa. Seluruh kader tunduk dalam satu perintah bahwa dengan alasan apapun kekerasan tidak dapat dibenarkan apalagi menggunakan bom molotov,” ungkapnya.[]

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER