PERTANIAN

Kisah Sarkem, Petani Tansimigrasi Tetap Semangat Walau Hama Tikus Menyerang

MONITOR, Bangka Selatan – Berpisah dengan kelurga besar di Purwokerto, awalnya membuat Sarkem berat hati menginjakkan kaki di bumi Bangka. Bersama warga Purwokerto lainnya, Sarkem mengikuti program transimgrasi. Program yang digalakkan semasa pemerintahan Soeharto untuk menggenjot peningkatan produksi padi.

Lebih dari 35 tahun, Sarkem bersama suaminya, Syawal mengolah lahan seluas 4 hektar di desa Batu Betumpang kecamatan Pulau Besar kabupaten Bangka Selatan. Dari lahan tersebut, aneka komoditas ia tanam, padi, palawija hingga lada.

“Ada lahan 2 hektar milik saya dan 2 hektar sewa. Alhamdulillah bisa ditanami. Karena air di desa ini lumayan. Jarang kering,” kata Sarkem.

Dari luas tanah itu, Sarkem melanjutkan bahwa dirinya bisa menyekolahkan ke-4 anaknya walau tidak sampai ke jenjang yang paling tinggi (red-kuliah).

Produktivitas padi di desa Batu Betumpang menurutnya terbilang rendah, satu hektar hanya menghasilkan 3 ton. Kendala besar yang dihadapi Sarkem dan petani lainnya adalah hama tikus.

“Aku dan petani lainnya kalau malam harus nge-ronda Pak. Biasanya pake kawat setruman. Pernah satu musim tanam, habis diserang tikus. Kita gagal panen,” ujarnya.

Namun, hal itu tidak membuat Sarkem patah semangat untuk terus menanam. Apalagi di desa Batu Betumpang akan dilaksanakan program Optimalisasi Sawah dengan konsep Food Estate.

Ia mengatakan menyambut baik program tersebut. Ia berharap kehadiran program tersebut bisa meningkatkan produktivitas dan kemampuan petani dalam melakukan budi daya.

Apa yang telah Sarkem dan petani di Bangka Selatan lainnya lakukan sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bahwa sektor pertanian harus terus berproduksi.

Sektor pertanian di masa pandemi Covid-19 merupakan solusi bukan saja dalam meningkatkan ekonomi rakyat juga sebagai penopang utama dalam memulihkan ekonomi nasional paska pandemi.

Recent Posts

SETARA Institute: Tim Preventive Strike Polda Metro Jaya Harus Jadi Instrumen Pencegahan, Bukan Alat Represi Negara

MONITOR, Jakarta – Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, menegaskan pembentukan Tim Preventive Strike oleh…

32 menit yang lalu

Kementan Gerak Cepat Lindungi Peternak Rakyat, Tunda Kenaikan Harga Pakan dan Dorong Harga Telur Menuju HAP

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat melindungi peternak ayam petelur di tengah harga…

38 menit yang lalu

Gerlar Aksi, PERINDRA Tuntut Kejagung Tegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

MONITOR, Jakarta – Aktivis pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Indonesia Raya (PERINDRA) melakukan aksi unjuk…

9 jam yang lalu

Perkuat Pelayanan Jalan Tol, JTT Optimalkan Penyelesaian Pelebaran Ruas Surabaya–Gempol

MONITOR, Surabaya – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas dan…

13 jam yang lalu

Kebijakan Strategis Pemerintah Topang Kenaikan PMI Manufaktur Nasional

MONITOR, Jakarta - Sektor industri manufaktur Indonesia kembali menunjukkan geliat positif dan memasuki zona ekspansi…

13 jam yang lalu

Korlantas Polri dan Jasa Marga Perkuat Kolaborasi, Bahas Digitalisasi, Nataru hingga Penertiban ODOL

MONITOR, Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Wibowo bersama Pejabat Utama…

16 jam yang lalu