Walikota Depok
MONITOR, Depok – Wali Kota Depok Mohammad Idris mengingatkan warga terkait pentingnya menerapkan personal lockdown. Hal itu disampaikannya dalam Konseling Edukasi Club (Kece) hari ini, Sabtu (22/8).
“Pada umumnya terjadi peningkatan kasus Covid-19, sehingga kita harus turut menjaga diri dan anak-anak. Kita tidak bisa menerapkan lockdown tingkat kota, karena secara geografis Depok adalah episentrum dan berbatasan dengan banyak kota-kota besar, sehingga yang harus dikedepankan adalah personal lockdown,” katanya.
Menurut Idris, melalui personal lockdown, diyakini sebagai salah satu cara yang bisa diterapkan masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19. Yaitu dengan selalu menggunakan masker, menjaga jarak fisik, mencuci tangan memakai sabun atau hand sanitizer, serta menghindari keramaian.
“Jadikan hal tersebut menjadi kebutuhan dan kebiasaan baru bagi setiap personal di masa pandemi Covid-19,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Depok, Sri Utomo menambahkan, imbauan tersebut hendaknya turut disampaikan kepada masyarakat luas, khususnya anak-anak.
Karena menurut dia, masih banyak warga masyarakat yang abai dengan protokol kesehatan.
“Kita harus mengenakan masker, mari ajak anak-anak kita untuk mengikuti aturan protokol. Apabila tidak ada kepentingan yang mendesak, hendaknya tidak mengajak anak berpergian ke mal atau tempat-tempat yang berkerumun,” pungkasnya.
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah, mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri yang…
MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia telah resmi mencapai swasembada beras per…
MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochammad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa penyelenggaraan…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus berkomitmen memperkuat fondasi manajemen usaha industri kecil dan menengah…
MONITOR, Jakarta - Peneliti Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK), Ahmad Hariri, mengapresiasi kinerja Komisi Pemberantasan…