INDUSTRI

IKM Kerajinan Nasional Dipacu Masuk Rantai Pasok Global

MONITOR, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) mendorong pelaku industri kecil menengah (IKM) sektor kerajinan bisa berperan dalam rantai pasok global. Untuk itu, diperlukan upaya memperkuat struktur manufaktur sekaligus meningkatkan daya saingnya.

“Hal ini sebagai tindak lanjut arahan dari Bapak Presiden Joko Widodo. Kami bertekad untuk semakin mengembangkan berbagai produk kerajinan dalam negeri, baik yang berbahan dasar logam, anyaman, kayu, atau juga berbasis fesyen,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih, Rabu (19/8).

Dirjen IKMA menjelaskan, berdasarkan hasil Musyawarah Nasional (Munas) Dekranas, organisasi tersebut merangkul lebih banyak stakeholder demi memperkuat upaya pengembangan industri kerajinan di Tanah Air. Guna memacu daya saing IKM di sektor kerajinan dan feseyen, dibutuhkan langkah sinergi bersama dari para pemangku kepentingan terkait.

“Tidak hanya triple helix, tapi juga pentahelix, yaitu akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media,” ungkapnya.

Menurut Gati yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Dekranas, semua pihak tersebut akan berupaya memperluas akses pasar dan mengakselerasi penerapan industri 4.0 di sektor kerajinan.

“Jadi, selain dipasarakan secara offline, juga mulai gencar ke arah online karena kondisi pandemi saat ini. Oleh karena itu, ekosistem perlu dikuatkan untuk mengangkat potensi kerajinan Indonesia,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dekranas akan berperan mendampingi dan membantu pemerintah dalam pembinaan pengrajin IKM, ataupun pelaku usaha kecil menengah (UKM).

“Yang dilakukan Dekranas membantu kementerian dan lembaga. Dalam program lima tahunan Dekranas, di antaranya mendorong masyarakat bangga terhadap produk buatan Indonesia,” imbuhnya.

Guna membuat produk industri yang kompetitif, Gati menyampaikan, perlu adanya ketersediaan bahan baku, pemanfaatan teknologi, penguatan kualitas SDM, dan alur distribusi ke pasar yang lancar.

“Dari sini, pasar produk kerajinan bisa diserap dari belanja negara (APBN dan APBD) melalui jaringan Dekranas
dan Dekranasda (provinsi, kabupaten/kota),” paparnya.

Gati menyampaikan, Dekranasda harus mampu menjadi kurator bagi produk unggulan daerahnya. Hal ini bisa sekaligus mempromosikan kemampuan dari masing-masing daerah di berbagai kesempatan, seperti pada acara Munas Dekranas.

“Artinya, mereka akan menjadikan dirinya sebagai ruang pamer. Kalau bagus, berarti sukses membina pengrajin di daerahnya,” ujarnya.

Gati menambahkan, tugas para pengurus Dekranasda sebagai kurator juga meningkatkan pemakaian dan citra produk kerajinan unggulan dari daerah masing-masing.

“Kami melihat, penggunaan produk asing kini sudah mulai tergerus, mereka lebih mengutamakan produk daerah masing-masing,” tandasnya.

Apalagi, saat ini produk kerajinan nasional mampu bersaing dengan barang impor dan telah banyak diminati oleh konsumen mencanegara. Pasar ekspor kerajinan paling banyak ke Eropa, Amerika Serikat, dan negara Asia lainnya,” ungkap Gati.

Pada Munas tahun ini, juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Dekranas dengan PT Telekomunikasi Indonesia. Kerja sama tersebut berupa pemberian paket bantuan internet dengan kecepatan 10mbps untuk 500 IKM/UKM binaan Dekranas selama 12 bulan. Hal ini merupakan realisasi salah satu program kerja Dekranas untuk percepatan digitalisasi pasar kerajinan menuju industri 4.0.

“Kalau di Kemenperin, sudah punya e-Smart IKM. Hal ini juga dapat memudahkan akses mereka ke tiap marketplace. Banyak program dari pemerintah untuk membuka wawasan para IKM agar melek digital,” tuturnya.

Di tengah pandemi Dovid-19, Dekranas telah memberikan bantuan sembako untuk perajin binaannya di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini merupakan langkah cepat untuk meringankan beban yang dirasakan langsung oleh para perajin di dalam negeri.

“Di masa adaptasi baru, Dekranas juga tetap menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan bantuan masker dan sembako kepada perajin batik Betawi di wilayah DKI Jakarta,” pungkasnya.

Recent Posts

Wamenaker Tekankan Penguatan Kompetensi dan Kemampuan Bahasa untuk Perluas Peluang Kerja

MONITOR, Yogyakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya penguatan kompetensi dan kemampuan…

14 jam yang lalu

AAWC 2026, Prof Rokhmin dorong Kerja Sama Asia-Pasifik Perkuat Ketahanan Air dan Adaptasi Perubahan Iklim

MONITOR, Vientiane, Laos – Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Menteri Kelautan dan Perikanan RI…

20 jam yang lalu

Tegas, Kemenhaj Ancam Cabut Izin Hingga Pidanakan Travel Nakal Penelantar Jemaah

MONITOR, Medan - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk melindungi para…

1 hari yang lalu

Kementerian UMKM Perluas Pasar Pengusaha Kopi Terdampak Bencana Lewat ICX Medan

MONITOR, Medan – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat upaya pemulihan ekonomi…

1 hari yang lalu

Waka Komisi IX DPR Soal Putusan MK: MBG Harus Terus Berkelanjutan Demi Investasi SDM Unggul RI

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi…

2 hari yang lalu

Eksploitasi Manusia dan Perbudakan Modern Makin Berkembang, Ketua Komisi HAM DPR Usul Revisi UU TPPO

MONITOR, Jakarta - Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya berbicara soal pentingnya revisi Undang-Undang…

2 hari yang lalu