Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti
MONITOR, Jakarta – Pengamat politik Ray Rangkuti mengingatkan pilkada serentak nanti berpotensi dibumbui praktik politik uang. Ray pun meminta agar segenap elemen mewaspadai ancaman tersebut.
Tak hanya itu, Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) ini juga mengingatkan adanya politik identitas yang disebarkan melalui propaganda media sosial. Dalam masalah ini, Ray menegaskan ancaman politik identitas jauh lebih berbahaya dibandingkan politik uang.
“Ancaman politik identitas jauh lebih berbahaya dari politik uang, karena ada beberapa sebab. Pertama, politik uang sifatnya temporer, berlaku dalam waktu tertentu dan berakhir juga dalam waktu tertentu. Adanya kesadaran publik untuk mengkritik hal ini. Lalu kedua, skalanya juga lokal. Misalnya pilkada di Tangerang Selatan, ya yang dapat efeknya di wilayah Tangerang Selatan saja,” terang Ray Rangkuti dalam diskusi virtual yang digelar Sudut Demokrasi Rakyat, belum lama ini.
Ray menambahkan, sedangkan politik identitas, memiliki tren efeknya meluas sampai ke seluruh daerah. Ia pun memberikan contoh dari kontestasi Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 lalu.
“Konfliknya hanya di satu daerah, akan tetapi semua daerah secara emosional merasakan dampaknya yang sudah tersebar. Dan ini, tidak selesai sekalipun kepala daerah sudah terpilih dan dilantik,” terang Ray.
MONITOR, Jakarta - Penguatan fisik dan mental bagi seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menjadi…
MONITOR, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Sidik mengatakan, memasuki…
MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i akan fokus pada pembenahan tata…
MONITOR, Jakarta - Terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB tahun 2026…
MONITOR, Jakarta - Infrastruktur drainase di jantung Ibu Kota Kabupaten Lebak kembali menunjukkan rapor merah.…
MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, memberikan peringatan…