JABAR-BANTEN

Jaga Keutuhan Empat Pilar Kebangsaan, Sodik Mudjahid: Generasi Muda Harus Kenal Kearifan Lokal

MONITOR, Bandung – Anggota DPR RI, Dr.Ir.H Sodik Mudjahid M.Sc menggelar sosialisasi Empat Pilar Kembangsaan di Bandung Jawa Barat, Selasa (4/8). Dalam acara yang dihadiri Forum RW Kota Bandung itu, Politisi Gerindra itu membeberkan empat pendekatan untuk menjaga empat pilar kembangsaan agar terjaga dengan utuh.

“Pertama kita harus memperkenalkan lebih mendalam tentang budaya dan kearifan lokal kepada generasi muda,” Papar Sodik.

Selain itu lanjut Sodik, untuk menjaga keutuhan pilar kebangsaan tentunya masyarakat haryus diberikan pendidikan, baik itu melalui pendidikan formal atau non formal.

“Selanjunya yaitu edukatif, dimana perlunya pondasi pendidikan yang baik, dirumah maupun disekolah,” tuturnya.

Yang ke tiga kata Sodik yaitu hukum, bahwa segala tindakan kekerasan dalam bentuk apapun harus ditindak dengan tegas dan sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Struktural bahwasanya pemahaman 4 pilar ini tidah hanya mulai dari masyarakat tingkat bawah tetapi tingkat yang lebih tinggi yaitu pemimpin juga harus menjadi contoh yang terbaik,” imbuhnya.

Sementara itu, berkaitan dengan kerukunan antar umat beragama, Sodik memaparkan, peranan pemerintah sangat penting dalam kerukunan antar umat beragama, bagaimana pemerintah mengatur, memfasilitasi, serta menyelesaikan konflik kehidupan beragama harus dilakukan dengan baik dan konsisten.

“Menghargai dan menghormati perbedaan, serta berkompetisi secara sehat dalam melakukan kebajikan. Seseorang tentunya tidak diperbolehkan memaksakan kepada orang lain untuk berpendirian sama dengannya. Bahkan juga dilarang untuk memaksa seseorang mengikuti agama tertentu,” jelas Sodik.

Selain itu juga dirinya berharap pemerintah dan aparat negara senantiasa menegakkan kebenaran dan berbuat adil antar sesama.

Memperkecil jurang perbedaan dan memperbesar ruang persamaan. Janganlah mengungkit-ungkit perbedaan yang ada, karena hal itu dapat menimbulkan rasa sakit hati di antara kelompok yang berbeda.

Menjalin kerja sama dengan kelompok atau umat lain dalam rangka membangun kemaslahatan dan kesejahteraan bersama.

Recent Posts

Muktamar NU Memanas; 9 Ulama Jadi Penentu, Hery Haryanto Azumi Berpeluang jadi Jalan Tengah

MONITOR, Jombang - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama memasuki fase krusial. Konfigurasi kepemimpinan PBNU periode 2026–2031…

18 jam yang lalu

Kasus Yogi Mentawai: Ombudsman Dorong Negara Kedepankan Pembinaan

MONITOR, Jakarta - Ombudsman Republik Indonesia menaruh perhatian terhadap perkara Yogi Gilang Arya Setia, warga…

2 hari yang lalu

Kuasa Hukum UIN Jakarta: Penataan SIP Pamulang Bagian dari Pengamanan Aset Negara

MONITOR, Jakarta - Kuasa Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Alwanih, S.H., M.H., menegaskan penataan dan…

2 hari yang lalu

Jelang ESDP 2027, Kemnaker dan IM Japan Perkuat Kesiapan Peserta Pemagangan Indonesia

MONITOR, Tokyo – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama International Manpower Development Organization (IM Japan) membahas kesiapan…

2 hari yang lalu

Menteri UMKM Pastikan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana Sumatera Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan Bantuan Presiden…

2 hari yang lalu

Danantara Indonesia Tinjau Integrasi Tiga Pilar Layanan Jasa Marga untuk Tingkatkan Customer Experience

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat integrasi tiga pilar layanan, yaitu layanan preservasi,…

2 hari yang lalu