Kasus Covid-19 Bikin Masyarakat Panik, Jokowi: Saya Tidak Tahu Sebabnya Apa

Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas di Istana Negara/ dok: Instagram

MONITOR, Jakarta – Presiden Joko Widodo mengakui dirinya tak tahu menahu atas perilaku masyarakat yang belakangan ini khawatir terhadap kasus Covid-19. Ada dua hal yang disoroti Jokowi, pertama kemungkinan kasusnya meningkat, kedua karena abai menerapkan protokol kesehatan.

“Yang pertama, saya tidak tahu sebabnya apa, tetapi suasana pada minggu-minggu terakhir ini kelihatan masyarakat berada pada posisi yang khawatir mengenai Covid-19. Entah karena kasusnya meningkat atau, terutama menengah atas melihat, karena orang yang tidak taat pada protokol kesehatan tidak semakin sedikit, tetapi semakin banyak,” ujar Jokowi dalam rapat terbatas bersama jajarannya di Istana Negara, Senin (3/8).

Dalam ratas ini, Jokowi membahas penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Berdasarkan data hingga Minggu, 2 Agustus 2020, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia mencapai 111.455 orang dengan 68.975 orang sembuh dan 5.236 orang meninggal.

Jokowi pun menyoroti persentase angka kematian di Indonesia yang lebih tinggi dari angka kematian global.

“Kita tahu sampai kemarin sudah ada 111 ribu lebih kasus dengan case fatality rate 4,7 persen dan angka kematian di Indonesia ini lebih tinggi 0,8 persen dari kematian global,” ujar Jokowi.

“Ini saya kira yang menjadi PR besar kita bersama. Selain itu juga case recovery rate di negara kita, data terakhir adalah 61,9 (persen). Ini saya kira juga bagus, terus meningkat angkanya,” sambungnya.