Categories: PEMERINTAHANPERTANIAN

Begini Strategi Kementan Antisipasi Dampak Kemarau di Sumatera

MONITOR, Aceh – Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), beberapa daerah di Indonesia memasuki musim kemarau. Dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia.

Sebanyak 30 persen diperkirakan mengalami kemarau lebih kering dari situasi normal yaitu sebagian Aceh, sebagian pesisir timur Sumatera Utara, sebagian Riau, Lampung bagian timur, Banten bagian selatan, sebagian Jawa Barat, serta Jawa Tengah bagian tengah dan utara. Prediksi awal musim kemarau terjadi pada Mei dan puncaknya pada Agustus 2020.

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Hortikultura sigap dalam mendukung pengamanan produksi hortikultura.

Hal ini sejalan dengan arahan dari Bapak Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo agar Kementan hadir dalam mengamankan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting), khususnya cabai dan bawang merah dalam memenuhi kebutuhan 267 juta jiwa masyakat Indonesia. Tujuannya tak lain untuk meminimalisir kehilangan hasil akibat dampak perubahan iklim (kekeringan).

Prihasto Setyanto, Direktur Jenderal Hortikultura dalam keterangannya, Rabu (29/7) menyampaikan bahwa untuk menjaga pertanaman dari dampak perubahan iklim, maka dukungan dinas pertanian melalui petugas lapang sangat penting peranannya.

Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf menjelaskan bahwa kebijakan Direktorat Perlindungan Hortikultura selaku pembina dan pelaksana pengelolaan dampak perubahan iklim bertujuan untuk mengamankan produksi hortikultura melalui adaptasi dan mitigasi.

Target lokasinya adalah sentra hortikultura yang rawan terkena kekeringan dan banjir. Direktorat Perlindungan Hortikultura juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam rangka antisipasi dampak perubahan iklim terhadap komoditas hortikultura di seluruh Indonesia.

“Kekeringan merupakan situasi yang hampir setiap tahun terjadi, terutama di daerah rawan. Bencana kekeringan cenderung terus meningkat, baik frekuensi, intensitas, maupun distribusi kejadiannya. Kejadian kekeringan tersebut sangat nyata berpengaruh terhadap sub-sektor hortikultura”, ungkap Yanti.

Menurut Iriana Ismida, Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Aceh, untuk menghadapi dampak perubahan iklim tersebut, mereka telah melakukan langkah-langkah antisipasi dengan memberikan bantuan berupa pompa air.

Iriana Ismida menambahkan bahwa dampak perubahan iklim merupakan dampak yang ditimbulkan akibat terjadinya variabilitas iklim, antara lain banjir dan kekeringan.

Pengamatan oleh petugas bertujuan untuk mengetahui luas kerusakan akibat dampak perubahan iklim serta faktor-faktor yang berpengaruh. Selanjutnya dianalisis untuk menentukan langkah-langkah penanggulangan yang tepat.

“Menghadapi musim kemarau, kami telah melakukan langkah antisipatif untuk daerah yang sering mengalami kekeringan seperti Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Besar yakni melalui bantuan pompa air”, jelas Iriana.

Adapun penerima bantuan tersebut adalah dari kelompok tani Merak Jaya, Desa Gelanggang Merah, Kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur dan kelompok tani Taruna Tani, Desa Kuta Karang, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. Petani setempat bersyukur dan berterima kasih kepada Kementerian Pertanian dan BPTPH Aceh yang telah menyalurkan bantuan pompa air melalui program antisipasi dampak perubahan iklim.

“Alhamdulillah dengan adanya bantuan pompa air, kami bisa bertanam sayuran saat musim kemarau dan tidak perlu khawatir lagi kekurangan air”, ungkap Hamdani, dari kelompok tani Merak Jaya yang merasakan manfaat dari bantuan pompa air tersebut.

Recent Posts

PBAK-PKKMB Syekh Manshur Diikuti 275 Mahasiswa, Ketua Kampus Titip Tiga Pesan

MONITOR, Pandeglang - Sebanyak 275 mahasiswa baru STAI dan STKIP Syekh Manshur Pandeglang mendapat tiga…

10 jam yang lalu

Prof. Rokhmin Dahuri Raih Aquaculture Lifetime Achievement Award di ICFA 2026

MONITOR, MIRI, SARAWAK - Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S. menerima Aquaculture Lifetime Achievement…

23 jam yang lalu

Wamen UMKM Pastikan Pengusaha Terdampak Bencana Pulih dan Naik Kelas

MONITOR, Padang – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkomitmen memperkuat pendampingan bagi pengusaha…

1 hari yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Wantimpres Memiliki Peran Strategis dalam Memperkuat Kualitas Kebijakan Negara

MONITOR, Jakarta - Pelantikan 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi…

1 hari yang lalu

Rokhmin Dahuri: Ekonomi Biru Jadi Game Changer Indonesia Menuju 2045

MONITOR, Tanjungpinang - Indonesia dinilai memiliki modal strategis untuk memainkan peran lebih besar dalam ekonomi…

1 hari yang lalu

Tinjau Peserta TIH, Menaker Minta Buktikan Keunggulan Produk

MONITOR, Bekasi — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta peserta Talent and Innovation Hub (TIH) memastikan…

2 hari yang lalu