Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera (dok: Tribun)
MONITOR, Jakarta – Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai dinasti politik adalah tren buruk dalam sebuah sistem demokrasi. Hal itu dia ungkapkan menanggapi fenomena dinasti politik di masa pilkada serentak nanti.
“Saya menyampaikan bahwa dinasti politik merupakan tren yang buruk. Demokrasi kita perlu berbasis merit system. Ketika ada yang instan akan bahaya karena kepentingan publik di daerah yang bersangkutan merupakan aspek yang benar-benar harus dipertimbangkan,” kata Mardani Ali Sera, Jumat (24/7).
Anggota Komisi II DPR ini menerangkan, sistem sirkulasi kepemimpinan di Indonesia belum mampu memilih orang-orang yang lahir dari merit system. Menurutnya ini erat kaitannya ketika internalisasi di partai, atau Pilkada, tidak memberikan kesempatan kepada orang-orang terbaik untuk muncul kedepan.
“Makin diperburuk dengan fenomena borong kursi,” tandas Mardani.
Untuk itu, Mardani pun menekankan pentingnya ambang batas demi tegaknya demokrasi substansial. menurutnya semakin banyak peluang anak bangsa maju, maka semakin sehat demokrasi di Indonesia.
“Fenomena kotak kosong yang tengah membayangi, bukanlah bentuk demokrasi yang matang. Harus dihindari demi kebaikan bersama,” imbuh Mardani.
MONITOR, Banten - Indonesia membuka tahun pariwisata 2026 dengan penuh optimisme. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyambut…
MONIOR, Jakarta - Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga tercatat sebagai kampus Perguruan Tinggi Keagamaan…
MONITOR, Cirebon - Suasana Bukit Salawe, Desa Kertawangun, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon pada Kamis (1/1/2026)…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah RI secara resmi mengumumkan pembukaan masa pelunasan Biaya…
MONITOR, Jakarta - Ketua Umum Aliansi Rakyat Mahasiswa Anak Daerah (ARMADA), Aris Tama, menyoroti fenomena…
MONITOR, Kulonprogo - Potensi wisata Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta terus menguat seiring dengan munculnya…