Bank Indonesia (net)
MONITOR, Jakarta – Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengatakan BI tengah mengkaji penyempurnaan aturan penyediaan likuiditas jangka pendek (PLJP). Terutama bagi perbankan yang mengalami pengetatan likuiditas.
Menurutnya, BI akan mempercepat proses akses PLJP untuk bank yang mengalami masalah likuiditas temporer, tetapi masih solvent.
“PLJP ini adalah peran BI sebagai lender of the last resort, yaitu memberikan pinjaman likuiditas jangka pendek kepada bank yang masih solvent, sedang kami sempurnakan supaya prosesnya lebih cepat,” kata Juda dalam webinar di Jakarta, Kamis (23/7/2020).
Juda Agung menambahkan BI juga tengah menyempurnakan aturan pinjaman likuiditas khusus (PLK) untuk bank sistemik. Adapun, bagi bank sistemik yang sudah mendapatkan akses likuiditas dari PLJP, tetapi masih membutuhkan likuiditas tambahan, dapat mengakses likuiditas melalui PLK.
“Bank sistemik harus dijaga jangan sampai ganggu stabilitas sistem keuangan keseluruhan, ini juga sedang kami selesaikan bersama dengan anggota KSSK yang lain,” katanya.
Adapun idikator industri perbankan saat ini tegas Juda masih terjaga dengan baik, misalnya dari sisi likuiditas, serta dana pihak ketiga perbankan masih tinggi pada level 25% , rasio kecukupan modal di level 22,14 per Juni 2020.
MONITOR, Bogor - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI resmi meluncurkan Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG)…
MONITOR, Bekasi – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa data Sensus Ekonomi (SE) 2026 akan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menyoroti kebijakan pelibatan TNI dalam…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menerapkan manajemen talenta sebagai fondasi sistem merit yang lebih transparan,…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar,…
MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) mengkritik keras kinerja Tim Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan…