BERITA

Kasus Covid-19 di Jakarta Masih Tinggi, Anies Diminta Beri Sanksi ke Anak Buahnya

MONITOR, Jakarta – Kasus Covid-19 di Jakarta masih terbilang tinggi. Buktinya, per tanggal 6 Juli tercatat ada penambahan kasus sebanyak 231 kasus. Kini totalnya mencapai 12.526 kasus.

Melihat fakta ini, Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menjatuhkan sanksi kepada pejabat di wilayah yang tidak mampu mengedukasi warganya tentang pencegahan Covid-19.

“Anies harus berani memberikan sanksi tegas kepada anak buahnya yang ada di wilayah karena tidak mampu memberikan edukasi pencegahan Covid-19 kepada masyarakat menengah ke bawah,” ujar anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak, saat dikonfirmasi, Selasa, (7/7).

Dijelaskan Gilbert, anak buah Anies di wilayah tersebut adalah Walikota, Camat dan Lurah. “Ketegasan untuk memberi sanksi kepada walikota, camat dan lurah akan membuat mereka bekerja sungguh-sungguh,” terangnya.

Sementara itu, ia mengatakan kelompok masyarakat menengah dan atas sudah mampu menjaga dirinya terhadap penularan Covid-19. Contohnya, memakai masker, berjaga jarak, menghindari kerumunan dan rajin mencuci tangan. Namun kesadaran seperti itu sulit diharapkan tumbuh spontan di kalangan masyarakat bawah, karena harus dididik dalam jangka waktu lama.

“Jadi jelas, peran pejabat daerah untuk mengedukasi waraganya memang sangat perlu sekali,” jelasnya.

Gilbert yang duduk di Komisi B ini menjelaskan, dari data yang dimilikinya, angka reproduksi (Rt) Covid-19 di Jakarta berada di poin 0,99 atau 0,98 (kurang dari 1). Besaran angka tersebut sebagai dasar untuk mengatakan Covid-19 sudah terkendali akan membuat masyarakat Jakarta gegabah terhadap penularan Covid-19.

“Ucapan terkendali sangat tidak bijak digunakan dalam kondisi, di mana grafik tetap tinggi dengan angka absolut di atas 200 kasus per hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta menyampaikan perkembangan terkini per 6 Juli 2020. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, terdapat penambahan jumlah kasus positif sebanyak 231 kasus.

Secara kumulatif, kasus positif di wilayah DKI Jakarta sebanyak 12.526 kasus. Dari jumlah tersebut, 8.036 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 659 orang meninggal dunia.

Recent Posts

Wamenaker Tekankan Pentingnya Pelatihan dan Akses Kerja bagi Anak Muda

MONITOR, Surabaya — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menekankan pentingnya pelatihan kerja yang sesuai dengan…

7 jam yang lalu

Maknai Hari Sumpah Pemuda, Jasa Marga Dorong Regenerasi Kepemimpinan dan Inovasi Digital

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memaknai peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum…

8 jam yang lalu

Kementerian UMKM Segera Salurkan Banpres Rehabilitasi Usaha Mikro Terdampak Bencana Sumatera

MONITOR, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan penyaluran Bantuan Presiden (Banpres)…

8 jam yang lalu

Kemnaker Verifikasi Mitra Penyelenggara MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memverifikasi perusahaan dan instansi pemerintah yang mendaftar sebagai mitra…

17 jam yang lalu

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027 Berhak Lunas, Cek Status dan Siapkan Kesehatan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengumumkan daftar nama jemaah haji reguler yang…

18 jam yang lalu

LSAK Soroti Dugaan Praktik Nepotisme Pengangkatan Anak Menhaj sebagai Tenaga Ahli

MONITOR, Jakarta - Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak aparat penegak hukum (APH), khususnya Komisi…

19 jam yang lalu