PERTANIAN

Halmahera Timur Berhasil Panen Perdana Korporasi Benih Padi

MONITOR, Maluku – Kabupaten Halmahera Timur berhasil melakukan panen perdana korporasi benih padi varieats Mekonggo. Pelaksanaan program Kementerian Pertanian (Kementan) yaitu Pengembangan Benih Padi Berbasis Korporasi Petani ini dilakukan di Kelompok Tani Suka Maju (Paito), Desa Akedaga, Kecamatan Wasile Timur seluas 25 ha.

Kepala Dinas Pertanian Maluku Utara, Rijal mengatakan panen perdana benih padi ini sangat memuaskan sebab produksi yang dicapai sebesar 7,2 ton gabah kering panen per hektar.

Gabah hasil panen ini segera mungkin diambil sampel calon benihnya untuk diujikan ke Laboratorium Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih dan selanjutkan diterbitkan label hasil sertifikasi mutu benihnya.

“Dan kami dari Dinas Pertanian Maluku Utara siap mendukung program Kementan. Kita bisa mandiri benih, tidak lagi mendatangkan benih padi dari luar,” demikian kata Rijal di kantornya, Selasa (7/7/2020).

Sementara itu, Paito, salah seorang petani yang mengembangkan korporasi benih padi mengungkapkan hasil panen benih sangat menguntungkan bagi petani. Sebab benih padi semulanya harus didatangkan dari pulau Jawa, namun saat ini diproduksi sendiri sehingga tidak kesulitan mencari benih berlabel, unggul, bermutu dan yang jelas menambah kesejahteraan ekonomi masyarakat tani di wilayahnya.

“Ini menjadikan kami terus semangat. Yang menarik buat kami, hasil panennya langsung dibeli oleh mitra dalam hal ini oleh PT.Pertani dan kami tidak perlu memikirkan pasarnya,” katanya.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementan, Suwandi menjelaskan sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, bahwa Kementan terus mendorong Pengembangan Petani Produsen Benih Padi Berbasis Korporasi untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern serta meningkatkan mensejahterakan petani itu sendiri.

“Untuk memperluas pengembangan korporasi benih padi, petani juga bisa mengakses permodalan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan. Kementerian Pertanian mendukung penuh agar petani atau pemerintah daerah menyerap dana KUR ini,” tegas Suwandi.

Direktur Perbenihan Takdir Mulyadi menambahkan dengan program Pengembangan Benih Padi Berbasis Korporasi Petani ini, maka Provinsi Maluku Utara nantinya dapat memenuhi kebutuhan benih padi untuk wilayahnya secara insitu. Petaninya menjadi pintar membuat benih dan meningkatkatn sejahteranya.

Selain itu, lanjutnya, benihnya langsung dimanfaatkan untuk memenuhi program dan swadaya petani di wilayahnya. Bahkan nantinya bisa memenuhi kebutuhan benih untuk Indonesia Bagian Timur.

“Benih bermutu menjadi kebutuhan utama agar mampu menggenjot produksi, untuk menjamin penyediaan benih bermutu, salah satu program yang dijalankan Kementan, yakni melalui Ditjen Tanaman Pangan memfasilitasi bantuan untuk petani berupa sarana produksi benih, pupuk dan pestisida,” terang Takdir.

Recent Posts

Lewat Edu Tani Kementan Perkenalkan PMAAS untuk Dongkrak Produksi Padi

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkenalkan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS) melalui Edu…

1 jam yang lalu

Menteri Agama Ajak Masyarakat Jabodetabek Hadiri Doa Kebangsaan 1 Agustus di Monas

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat, khususnya di wilayah Jabodetabek, untuk menghadiri…

5 jam yang lalu

Pembangunan Rumah Ke-1 Type 36 Semi Permanen TMMD Ke-129 Kodim 1807 Capai 68 Persen

MONITOR, Sorong Selatan – Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 TA 2026 Kodim…

5 jam yang lalu

Kemenperin Tumbuhkan Wirausaha Baru Industri di Kawasan Transmigrasi

MONITOR, Kementerian Perindustrian proaktif mendukung pengentasan kemiskinan melalui pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) berbasis…

5 jam yang lalu

Perputaran Dana Judol Turun, Waka Komisi I DPR Dorong Penanganan Makin Disiplin

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta menyambut baik tren penurunan perputaran dana…

7 jam yang lalu

Kemenperin dan UNIDO Percepat Transformasi Kawasan Industri Hijau

MONITOR, Jakarta - Kawasan industri kini tidak lagi dinilai hanya dari kelengkapan infrastruktur atau kemudahan…

12 jam yang lalu