Pemakaman PDP Covid-19 di Depok. (Foto: istimewa)
MONITOR, Depok – Angka kematian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Depok jauh lebih tinggi dibandingkan dengan angka kematian akibat positif Covid-19.
Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok hingga Sabtu (04/07/2020) malam, jumlah PDP yang meninggal sebanyak 118 orang.
“Untuk PDP yang meninggal saat ini berjumlah 118 orang,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris melalui siaran persnya.
Sedangkan, angka kematian akibat positif Covid-19 tercatat sebanyak 34 orang.
Artinya, jumlah kematian PDP di Kota Depok 3,4 kali lipat lebih tinggi dibandingkan kematian pasien positif Covid-19.
Namun demikian, Idris menegaskan, korban meninggal yang berstatus PDP tersebut belumlah dapat dinyatakan positif atau negatif Covid-19.
Sebab, menurut Idris, untuk dapat dinyatakan seseorang itu positif atau negatif Covid-19, perlu hasil pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction), yang datanya hanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Center) di Kemenkes RI.
“Untuk mengetahui positif atau negatif, itu harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh Kemenkes RI,” pungkasnya.
MONITOR, Jakarta - Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat kembali mendapat ruang dalam pertukaran gagasan strategis.…
MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan graduasi ekonomi masyarakat…
MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…
MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…
MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…