PERTANIAN

Kementan Pastikan Jamur Enoki Korsel Tak Lagi Beredar

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Ketahan Pangan (BKP) memastikan produk jamur enoki dari Green Co Ltd asal Korea Selatan sudah tidak beredar di pasar Indonesia. Penarikan ini dilakukan karena produk mereka tercemar bakteri Listeria Monocytogenes.

“Sebagai otoritas keamanan pangan pusat kami sudah melakukan pengecekan di 24 Provinsi dan semua produk sudah kami tarik dari peredaran. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir lagi,” ujar Kepala BKP Agung Hendriadi saat melakukan konferensi pers di Jakarta, Kamis, 2 Juli 2020.

Menurut Agung, Kementan sudah mempercepat tindakan penarikan jamur enoki asal Korea Selatan. Karenanya, sampai hari ini pihaknya belum menemukan lagi adanya kasus luar biasa (KLB) karena kontaminasi bakteri jamur tersebut.

“Artinya langkah Kementan sudah diimplementasikan dengan cepat oleh teman-teman yang ada di daerah-daerah,” kata Agung.

Sebagai informasi, International Food Safety Authority Network (INFOSAN), jaringan otoritas keamanan pangan internasional di bawah FAO/WHO telah menginformasikan adanya kejadian luar biasa (KLB) pada Maret-April 2020 di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia, akibat mengkonsumsi jmur enoki asal Korea Selatan yang tercemar bakteri Listeria Monocytogenes.

Agung menjelaskan, langkah lain yang juga telah dilakukan adalah investigasi dan pengambilan sampling terhadap produk jamur enoki Korea Selatan. Berdasarkan hasil pengujian di laboratorium PT Saraswanti Indo Genetech, sebanyak 5 lot dinyatakan tidak memenuhi persyarata karena terdeteksi mengandung bakteri L Mocoytogenes melewati ambang bata dengan kisaran 1,0 x 104 hingga 7,2 x 104 colony/g.

Makanya, kata Agung, Kementan langsung meminta importi agar tidak mengedarkan jamur enoki asal Korea Selatan sampai investigasi selesai. Selain itu, Kementan juga menyarankan untuk memisahkan jamur enoki yang diimpor dari Green Ci Ltd dan mengembalikan kepada distributor untuk ditangani lebih lanjut.

“Total ada 400 ribu ton jamu enoki yang masuk, tetapi jamur enoki asal Korea Selatan hanya 8,1 ribu ton dan kami sudah kendalikan,” tandas Agung.

Perlu diketahui, bakteri Lesteria merupakan salah satu bakteri yang tersebar luas di lingkungan pertanian, baik di tanah, tanaman, silase, fekal, limbah dan air. Bakteri ini juga tahan terhadap suhu dingin. Selain itu, bakteri Listeria dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan sangat berbahaya bagi Ibu hamil karena bisa mengakibatkan keguguran jika mengkonsumsi jamur yang terkontaminasi.

Recent Posts

Wamen UMKM Ungkap Tiga Kunci UMKM Indonesia Tembus Pasar Global

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza menegaskan tiga…

5 jam yang lalu

Menaker Terima Audiensi Koalisi Buruh, Bahas RUU Pelindungan Ketenagakerjaan

MONITOR, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menerima audiensi Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI)…

11 jam yang lalu

Banpres Pemulihan Usaha Jangkau Para Pengusaha Mikro Terdampak Bencana di Sumbar

MONITOR, Padang - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan Bantuan Presiden (Banpres) rehabilitasi…

12 jam yang lalu

Dari Akuakultur hingga Bioteknologi, Prof Rokhmin tegaskan Laut Bisa jadi Mesin Indonesia Emas 2045

MONITOR, Surabaya - Indonesia tidak kekurangan sumber daya untuk menjadi negara maju. Persoalannya justru terletak…

23 jam yang lalu

IPW Desak Polri Usut Aktor Intelektual Provokator di Balik Kerusuhan Demo DPR

MONITOR, Jakarta – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mendesak aparat kepolisian untuk…

1 hari yang lalu

Kemenag Buka Pengajuan Bantuan Pendidikan Pesantren, Batas Akhir 4 September 2026

MONITOR, Jakarta - Direktorat Pesantren Kemenag telah membuka pengajuan bantuan Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan…

1 hari yang lalu