BERITA

Pemerintah Diminta Segera Reformasi Industri Keuangan Indonesia

MONITOR, Jakarta – Direktur Eksekutif Insitute For Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad menyarankan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera melakukan reformasi di sektor industri keuangan Indonesia.

Ia berpandangan, reformasi di industri keuangan harus dilakukan menyusul maraknya kasus gagal bayar yang terjadi di industri reksadana, obligasi dan asuransi yang belakangan mulai masuk ke ranah penegakkan hukum.

“Perlu reformasi industri keuangan karena ternyata OJK tidak cukup efektif mengawasi industri keuangan yang semakin membesar dengan beban yang semakin berat.  Refomasi tentu saja dari sisi regulasi, sistemnya,  kelembagaan dan tentu saja sumber daya manusia,” kata Tauhid kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (25/6).

Dalam kesempatan itu, Tauhid menyontohkan, adanya titik lemah di dalam pengawasan industri keuangan Indonesia, dan bisa dilihat pada kasus hukum yang menyeret satu pejabat OJK dan 13 perusahaan manajer investasi di dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Berangkat dari kasus korupsi yang disinyalir merugikan negara hingga Rp 17 triliun itu, imbuh dia, menjadi bukti kuat bahwa terdapat ketidakpatuhan di dalam penerapan tata kelola industri keuangan Indonesia.

“Titik-titik kritis kelemahan OJK perlu mendapat perhatian serius sehingga kejadian Jiwasraya tidak lagi berulang,” ucapnya
“Penting untuk dibentuk adanya tim pengawas dan supervisi yang independen yang bersifat “early warning system” yang tidak hanya terkoneksi dengan KSSK namun juga ke Presiden secara langsung,” papar dia.
Seperti diberitakan, jajaran Kejaksaan Agung kembali membuat gebrakan di dalam pengusutan kasus hukum mengenai korupsi Jiwasraya yang diduga merugikan negara hingga Rp 17 triliun.
Dalam pengumumannya, Kejakasaan mengatakan terdapat 14 tersangka baru yang berasal dari satu pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berinisial FH dan 13 perusahaan Manajer Investasi yang selama ini diketahui mengelola portofolio investasi Jiwasraya.
Adanya 14 tersangka baru ini menjadikan total tersangka kasus dugaan korupsi Jiwasraya mencapai 20 orang hingga saat ini.
“Dengan begitu kita butuh reformasi khususnya pada berbagai “praktek moral hazard” dari industri keuangan kita,” pungkasnya.

Recent Posts

Kekeringan Meluas, Puan Ingatkan Pemerintah Siaga Air Bersih dan Antisipasi Dampak di Sektor Pangan-Kesehatan Warga

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif menyusul prediksi…

4 jam yang lalu

Sambut 1448 H, Menag Ajak Hijrah dari Sikap Curiga ke Saling Percaya

MONITOR, Jakarta - Menyambut Tahun Baru 1 Muharam 1448 Hijriah, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar…

6 jam yang lalu

Kemenperin Percepat Industri 4.0, Dua Perusahaan Dapat Pendampingan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memacu percepatan transformasi digital sektor manufaktur nasional sebagai langkah…

14 jam yang lalu

Harga Obat Terancam Naik Buntut Pelemahan Rupiah, DPR Dorong Kemandirian Farmasi Nasional

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai…

15 jam yang lalu

Kemnaker: JKP Instrumen Penting Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong para pekerja untuk memahami dan memanfaatkan Program Jaminan…

15 jam yang lalu

85.290 Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Ajak Jaga Semangat Kepedulian Pasca-Haji

MONITOR, Makkah – Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki hari ke-55. Hingga hari…

18 jam yang lalu