SUMATERA

Mengintip Potensi Besar Sikomandan di Sumatera Utara

MONITOR, Medan – Sapi dan Kerbau Komoditas Andalan Negeri atau yang lebih dikenal dengan SIKOMANDAN merupakan salah satu kegiatan utama Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH). Kegiatan ini merupakan aktivitas yang berkelanjutan dan berkesinambungan dalam rangka meningkatkan penyediaan daging di dalam negeri.

Kegiatan SIKOMANDAN ini juga merupakan serangkaian aktivitas yang dirangkai secara bersinergi mulai dari upaya peningkatan kelahiran yang diikuti dengan peningakatan produktivitas ternak sapi dan kerbau dalam menghasilkan pangan, khususnya daging yang aman dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia.

Sebagai kegiatan utama, kegiatan ini telah dilincurkan oleh Menteri Pertanian (Mentan) pada 20 Februari 2020 lalu di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Pemilihan Sumatera Utara menjadi lokasi peluncuran ini sekaligus menunjukan bahwa potensi dan antusiasme peternak di Sumatera Utara khususnya Kabupaten Serdang Bedagai cukup besar.

“Populasi sapi potong di Provinsi Sumatera Utara menduduki urutan ke-6 di Indonesia dengan jumlah mencapai 1 juta ekor, dengan struktur populasi ternak betina mencapai 65,13 persen,” ujar Dirjen PKH, I Ketut Diarmita, Selasa (23/6).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Struktur Ongkos Usaha Ternak (SOUT), sebagian besar kepemilikan sapi potong merupakan usaha dalam skala besar. Riciannya, 70,52 persen kepemilikan sapi potong dalam skala usaha besar, dan sisanya atau 25,12 persen merupakan skala menengah, serta skala kecil yaitu sebanyak 3,81 persen.

Untuk sistem pemeliharaan, sudah sebanyak 75,97 persen yang telah dikandangkan, dengan sebagaian besar tujuan pemeliharaan untuk pengembangbiakan, yaitu mencapai 88,95 persen.

Ketut menambahkan, dalam perkembangan, pelaksanaan kegiatan SIKOMANDAN di Sumatera Utara sampai dengan akhir Mei 2020 telah mencapai realisasi akseptor dalam inseminasi buatan (IB) sebesar 97,50 persen dari target 58.300 ekor.

Dengan kebuntingan sapi dan kerbau mencapai 102.88 persen dari target 39.240 ekor dan kelahiran yang baru mencapai 24.71 persen dari yang telah ditargetkan pada tahun 2020.

“Kinerja ini sudah baik, bila dibandingkan dengan capaian rata-rata nasional yaitu akseptor yang sudah di IB sebesar 69,24 persen dari target 2.495.000 akseptor, dengan kebuntingan mencapai 56,66 persen dari target 1.757.130 ekor dan kelahiran tercatat mencapai 38,41 persen dari target,” papar Ketut.

Sementara itu, ditempat terpisah Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menerangkan, potensi Sikomandan yang besar di Sumatera Utara ini juga membuat pelaksanaan Sikomandan sukses. Menurutnya, kesuksesan pelaksanaan kegiatan Sikomandan di Provinsi Sumatera Utara ini tidak terlepas dari tingginya komitmen pemerintah daerah setempat.

“Selain itu, semangat pelayanan dari para petugas teknis juga luar biasa. Baik inseminator, petugas pemeriksa kebuntingan, dan petugas kesehatan hewan yang berada dilapangan,” tambah Menteri SYL.

Ia menuturkan, sektor pertanian tidak boleh berhenti dalam kondisi apapun. Kementan akan terus berupaya memastikan tersedianya pangan untuk seluruh rakyat Indonesia. Maka, ia berharap pemerintah Provinsi Sumatera Utara beserta segenap jajaran di bidang peternakan bisa terus menggelorakan Sikomandan dalam mengambil peran penyediaan produksi daging bagi bangsa Indonesia.

Recent Posts

Kementerian UMKM Alokasikan Anggaran Percepatan Pemulihan UMKM Pascabencana di Aceh

MONITOR, Banda Aceh – Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan dukungan…

13 jam yang lalu

FKDT dan Masa Depan Pendidikan Keagamaan di Indonesia

Oleh: Akhmad Sururi Di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat, pendidikan Indonesia tidak cukup…

15 jam yang lalu

Indonesia Usung Isu Pembiayaan Inklusif dan Ekosistem Kewirausahaan di Forum APEC

MONITOR, Guangzhou, Cina - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan komitmen…

1 hari yang lalu

Kemenhaj Minta Jemaah Umtah Tenang Atas Terdampaknya Penerbangan Akibat Abu Vulkanik

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengambil langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan,…

1 hari yang lalu

Kementan Ajak Alumni Peternakan Jadi Penggerak Hilirisasi dan Kesejahteraan Peternak

MONITOR, Purwokerto – Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak perguruan tinggi, alumni, dan dunia usaha memperkuat kolaborasi…

1 hari yang lalu

Panen Demplot Pupuk Hayati Cair Organik di Kabupaten Bandung Naikkan Produksi Padi

MONITOR, Bandung – Para petani di Ciparay Kabupaten Bandung sumringah. Produksi padi yang menerapkan pupuk…

1 hari yang lalu