Ini Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kinerja Menteri Jokowi versi Survei ASI

MONITOR, Jakarta – Arus Survei Indonesia (ASI) merilis survei nasional “Evaluasi Publik Jelang 1 Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin” secara daring pada Jumat (19/6/2020). Dalam survei tersebut, mayoritas publik atau sebanyak 67,4 persen mengatakan puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Namun tingkat kepuasan publik terhadap kinerja para menteri kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin relatif kurang menggembirakan lantaran angkanya rata-rata di bawah 50%.

“Temuan survei ini bisa menjadi cacatan evaluasi bagi Presiden Jokowi untuk meninjau kembali para pembantunya,” kata Direktur Eksekutif ASI, Ali Rif’an.

Menurut Ali Rif’an, tingkat kepuasan publik paling tinggi tertuju pada Bidang Keamanan (74,8%), disusul Bidang Pendidikan (73,3%), Bidang Kesehatan (72,0%), Bidang Ekonomi (66,2%), Bidang Politik (64,1%) dan Bidang Hukum (61,6%).

Kembali pada tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Menteri, ASI merilis jika Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjadi Menteri mendapat tingkat kepuasan publik paling tinggi (43,7 %), sementara disisi lainnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mendapatkan tingkat kepuasan publik paling rendah (23,3 %). Berikut hasil survei terkait kinerja kabinet Jokowi-Ma’ruf:

Survei nasional ‘Evaluasi Publik Jelang 1 Tahun Pemerintahan jokowi-Ma’ruf Amin’ ini bermaksud mengukur 4 (empat) hal isu utama yaitu mengukur tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan JokowiMa’ruf Amin, mengukur tingkat kepuasan publik terhadap enam bidang utama pemerintahan (bidang keamanan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik, hukum), mengukur tingkat kepuasan publik terhadap kinerja para menteri JokowiMa’ruf Amin, dan untuk mengetahui pendapat publik tentang isu reshuffle kabinet: apakah publik cenderung setuju atau tidak setuju.

Ali memaparkan metode penarikan sampel menggunakan Multistage Random Sampling dengan jumlah responden 1000 responden dengan margin of error +/- 3.1% pada tingkat kepercayaan 95%. Survei dilakukan dengan cara telesurvei, yaitu responden diwawancara melalui kontak telepon menggunakan kuesioner. “Data nomor telepon responden diambil dari responden survei nasional Arus Survei Indonesia periode April 2019 menggunakan Multistage Random Sampling,” terangnya.

Wawancara dilakukan 9-12 Juni 2020 dengan melibatkan 1800 responden. Dari 1800 responden, yang berhasil diwawancara 1000 responden. Validasi data sampel dilakukan dengan membandingkan karakteristik demografis (provinsi, gender, desakota, etnis, agama, dll) dari sampel survei dengan data sensus PBS. Jika terjadi perbedaan antara demografi sampel dan populasi maka dilakukan pembobotan.