Kebijakan Amerika Serikat dalam Penanganan Imigran Illegal

Oleh: Afif Alfain Thufail*

Masalah imigran illegal menjadi masalah serius yang terjadi di banyak negara, salah satunya di Amerika Serikat. Orang datang dan pergi dalam satu negara ke negara yang lain menjadi keniscayaan. Tetapi ketika mendatangkan efek negatif harus segera mendapatkan solusi. Peredaran narkoba disinyalir juga berada di balik imigran illegal.

Imigran illegal menjadi fokus pemerintah Amerika Serikat agar terciptanya keamanan dalam sebuah Negara. Permasalahan imigran ilegal yang ada di Amerika Serikat kebanyakan berasal dari Meksiko. Imigran ini akan berdampak pada terganggunya ketenangan masyarakat, karena dengan adanya imigran illegal akan mendatagkan hal-hal negatif kepada masyarakat Amerika seperti perdagangan narkoba.

Upaya Amerika Serikat untuk meminimalisir masuknya imigran illegal sudah banyak dilakukan. Pada era pemerintahan George W. Bush telah melakukan ekspansi keamanan ke perbatasan Amerika Serikat-Meksiko denga membangun tembok sepanjang 11 ribu kilometer. Temboknya dibuat dari beton dan rangka baja.

Masa pemerintahan Barack Obama dikeluarkan kebijakan Diferred for Action Childhood Arrivals (DACA). Kebijakan ini merupakan bentuk amnesti yang dilakukan oleh Amerika Serikat, terhadap imigran illegal dari ancaman deportasi. Amerika Serikat memberikan bantuan berupa perlindungan dari deportasi dan memberika izin kerja.

Pada masa pemerintahan Donald Trump, kembali mengeluarkan kebijakan yang berbeda dari kebijakan yang diambil pemerintahan sebelumnya dengan kembali membangun tembok pembatas di perbatasan antara AS-Meksiko. Selain membangun tembok pembatas, Amerika Serikat mengerahkan pasukan militernya dalam upaya menghapai imirgan illegal yang terus masuk ke Amerika Serikat. Selain itu Amerika Serikat mengeluarkan kebijakan Zero Tolerance (ZT).

Dalam menghadapi masalah imigran illegal yang masuk, Amerika Serikat telah melakukan berbagai upaya dengan menerjunkan kekuatan militernya ke perbatasan tapi hal tersebut masih dianggap kurang efektif dalam menanggulangi masalah. Akhirnya Departement of Justice Amerika Serikat mengeluarkan kebijakan yang disebut sebagai sebuah langkah penegakan hukum yang tegas, Zero Tolerance.

Kebijakan ZT adala siapapun yang melintasi perbatasan tanpa visa, bahkan mereka yang mencari suaka dan bahkan, setidaknya dalam satu kasus yang kami lihat, mereka yang berusaha menyeberang di pos pemeriksaan dianggap sebagai penjahat. Ini berarti bahwa anak-anak mereka dicabut dari orang tuanya mereka dan dijejalkan ke fasilitas darurat.

Orang tua dimasukkan ke dalam penahanan ICE atau di penjara federal dan kebijakan ini hanya berlaku untuk imigran dewasa tidak terhadap anak-anak. Setelah pemerintah AS mengeluarkan kebijakan tersebut terdapat ada pro-kontra dari masyarakat Amerika Serikat.

Dalam melihat kebijakan, kita harus melihat apa yang menjadi kepentingan nasional Negara Amerika Serikat. Kebijakan itu di ambil Amerika Serikat karena AS menganggap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan sebelumnya belum efektif dalam membendung kasus imigran illegal.

Kebijakan Zero Tolerance bertujuan agar memberikan efek jera terhadap para pelaku imigran illegal yang ingin datang ke Amerika Serikat.Amerika Serikat juga dikenal dengan sebutan:America land of freedom, land of hope”, negara yag sangat menjunjung tinggi kebebasan. Amerika Serikat dikenal dengan bangsa imigran, karena banyak yang sebelumnya menjadi mantan imigran sekarang menjadi tokoh penting di Amerika Serikat, salah satunya adalah istri dari Donald Trump sendiri, Melania Trump. Melania Trump mendapatkan kewarganegaraan Amerika Serikat setelah ia menikah dengan Trump.

Menurut penulis, kebijakan yang dikeluarkan Amerika Serikat terkait imigran illegal sudah wajar diterapkan. Kebijakan ini bisa dibilang sangat tegas dalam menghadapi masalah imigran illegal yang angkanya semakin bertambah setiap tahunnya dan juga bertujuan untuk membuat rasa aman di masyrakatnya. Seringkali imigran illegal melanggar peraturan yang diterapkan seperti perdagangan narkoba. Hal tersebut dianggap sebagai salah satu hal yang mengancam National Security Amerika Serikat sendiri yang akan berdampak merusak tatanan masyarakat yang ada.

Pada dasarnya Donald Trumpingin mewujudkan Amerika Serikat menjadi negera yang aman dan sejahtera. Sehingga Donald Trump membuat berbagai kebijakan seperti tembok pembatas di perbatasan, mengirim pasukan garda nasional, dan juga menrapkan sistem zero tolerance dengan alasan karena gentingnya situasi keamanan perbatasan Amerika Serikat-Meksiko.

Kebijakan-kebijakan tersebut menggambarkan bahwa Donald Trump sangat menjunjung tinggi kedaulatan negara. Dimana dalam prespektif realis menyatakan bahwa negara memiliki otoritas untuk mengatur urusannya yang berada dalam wilayah teritorialnya termasuk hal-hal yang berdampak kepada penduduk, ekonomi, keamanan, dan pemerintahan. Sehingga jalur masuknya imigran illegal dan perdagangan narkoba menjadi fokus Presiden untuk membasmi akar permasalahan tersebut.

Berbagai kebijakan telah dilakukan oleh Amerika Serikat untuk menanggulangi permasalah imigran illegal. Dari kebijakan yang soft pada zaman Presiden Barrack Obama hingga kebijakan yang hard yang dilakukan oleh Donald Trump. Tetapi belum terlalu efisien untuk menekan imigran illegal yang terus masuk ke Amerika Serikat demi mendapat ekonomi yang lebih baik dan kabur dari masalah yang dia hadapi di negara asalnya.

Tidak ada yang sempurna bagi sebuah kebijakan yang diambil oleh sebuah pemerintahan. Pun dalam pemerintahan Donal Trump dalam menangani imigran illegal. Masing-masing mempunya kelebihan dan kelemahannya. Faktor manusia menjadi sangat pnting, di samping soal keamanan dan komitmen yang kuat untuk menanganinya dengan baik. Wallahu a’lam bi al-shawab.

*Penulis merupakan Mahasiswa Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta