KPAI: 71 Persen Orang Tua Tolak Sekolah di Buka Juli

Komisioner KPAI Retno Listyarti bersama Susianah Affandy (dok: istimewa)

MONITOR, Jakarta – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan survei terkait wacana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka kembali sekolah pada Juli 2020.

Lembaganya, ungkap Retno, sudah melakukan ujicoba survei melalui sosial media (Sosmed), apakah netizen setuju atau tidak dengan rencana pemerintah membuka sekolah pada 13 Juli 2020?

“Kami mengunggah pertanyaan tersebut ke aplikasi Facebook. Ternyata setelah enam jam diunggah, postingan tersebut mendapatkan komentar dari 87 netizen,” kata Retno, di Jakarta, Selasa (26/5).

Ia mengungkapkan para responden berkomentar dalam ujicoba ini, terdiri dari guru, orangtua dan bahkan tenaga kesehatan dan berasal dari sejumlah daerah.

“Dari 87 responden dalam ujicoba kuisoner survei tersebut, ternyata sebagian besar responden tidak setuju jika sekolah di buka pada Juli 2020, atau 71% responden menyatakan tidak setuju sekolah dibuka pada Juli 2020 di saat kasus positif masih sangat tinggi saat ini,” papar dia.

Menurut dia, alasan tidak setuju adalah demi keselamatan anak-anak dan para guru. Mereka yang tidak setuju meragukan penerapan protokol kesehatan ketat saat berada di sekolah dan dalam perjalan pulang-pergi ke sekolah.

“Bahkan, ada dua responden menyatakan tidak akan mengijinkan anaknya berangkat ke sekolah pada Juli 2020, meski sekolah anaknya dibuka,” ucapnya.

Sedangkan 20% responden menyatakan setuju, dengan alasan sudah jenuh belajar dari rumah, banyak anak tidak bisa menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring karena keterbatasan peralatan dan kuota internet, bahkan tidak mampu membeli kuota.

Namun, imbuh Retno, responden yang menyatakan setuju juga menekankan diterapkannya protokol kesehatan yang ketat di sekolah.

“Harus dipastikan bahwa wilayah tersebut sudah dinyatakan sebagai zona hijau atau zero kasus covid 19. Meskipun menurut beberapa ahi epidemologi, tidak ada zona hijau untuk wilayah di Indonesia saat ini,” pungkasnya.