POLITIK

Politikus Demokrat Minta Pemerintah Jangan Bikin Wacana yang Membingungkan Publik

MONITOR, Jakarta – Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, Didik Mukrianto, mengatakan bahwa perilaku dan ucapan seorang pemimpin selalu akan menentukan perilaku masyarakatnya.

Oleh karena itu, ia meminta agar pemerintah merapatkan barisan, menertibkan ego sektoral di Kementerian dan Kelembagaan yang belum punya visi yang sama dalam penanganan Covid-19.

Hal itu menanggapi pernyataan Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa tidak ada pelonggaran PSBB hingga dua pekan kedepan. Akan tetapi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengusulkan agar usia di bawah 45 tahun dapat beraktifitas di luar rumah di tengah pandemi Covid19. Termasuk, pelonggaran aktifitas transporasi hingga menimbulkan penumpukan penumpang.

“Stop dan sudahi wacana-wacana dan pernyataan-pernyataan yang menimbulkan spekulasi publik yang tidak perlu. Ada kalanya diam itu emas, dari pada berwacana tapi membingungkan dan menimbulkan ketidakpastian, bahkan berpotensi melahirkan kegaduhan atau kekacauan,” kata Didik kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (19/5).

Sebaiknya, imbuh dia, pemerintah menyusun perencaan yang baik, utuh, dan terintegrasi dalam penanganan Covid-19 ini. Buatlah rod maps tunggal untuk dipedomani bersama.

“Pastikan eksekusi dan pelaksanaannya akuntabel dan eksekutabel dari tingkat atas hingga daerah. Pastikan juga seluruh organ dan pejabat pemerintah menjalankannya,” sebut anggota komisi III DPR RI itu.

Tidak hanya itu, doktor di bidang ilmu hukum Universitas Trisakti ini pun mengingatkan setiap keputusan yang dikeluarkan haruslah objektif, pasti/firm, serta terang dan jelas. Sebab, ujarnya, di saat sulit seperti sekarang ini direction pemerintah dan pemimpin yang akan menentukan.

“Jadilah pemimpin yang bijak dan tanggap ing sasmito, jangan asal berwacana yang bisa membingungkan. Bisa bayangkan, kalau rakyat bingung, punya pemahaman dan persepsi sendiri-sendiri, serta bergerak sendiri-sendiri, apa yang akan terjadi?”

“Kalau sampai rakyat distrust kepada pemimpinnya, kepada pemerintahnya, maka Indonesia akan bisa menghadapi krisis yang lebih dalam dan berkepanjangan,” pungkasnya.

Recent Posts

Habiburrohman Sebut Mudik 2025 Paling Lancar dari Tahun 2000

MONITOR, Jakarta - Ketua Komisi III DPR RI, Habiburrohman, menyatakan bahwa arus mudik tahun ini…

6 jam yang lalu

Indonesia Naik ke Peringkat 123 FIFA, Erick Thohir: Bismillah 100 Besar Dunia

MONITOR, Jakarta - Kabar baik datang bagi Timnas Indonesia. Dua pertandingan yang telah dilalui di…

17 jam yang lalu

JMM Apresiasi Gerak Cepat Menteri Imipas Realisasikan Penjara Khusus Koruptor

MONITOR - Analis Sosial Politik dan Komunikasi Kebijakan Publik Syukron Jamal mendukung dan mengapresiasi gerak…

20 jam yang lalu

Sikap DPR soal Penghapusan SKCK Berarti Buat Rakyat

MONITOR, Jakarta - Usulan penghapusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang diusulkan oleh Kementerian Hak…

22 jam yang lalu

Pantauan Volume Lalu Lintas Transaksi Gerbang Tol di Ruas Tol Jabodetabek dan Jawa Barat pada Libur Lebaran Idulfitri 2025

MONITOR, Jakarta - Pada hari Rabu, 02 April 2025 atau H+1 Idulfitri 1446H, Jasamarga Metropolitan…

23 jam yang lalu

Pastikan Pengendalian PMK Optimal saat Lebaran, Petugas Keswan Siaga 24 Jam 7 Hari

MONITOR, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) tetap optimal…

1 hari yang lalu