Categories: BERITAMEGAPOLITAN

Sempat Protes, Warga Warakas Akhirnya Dapat Bansos dari Kemensos

MONITOR, Jakarta – Setelah sempat melakukan aksi protes, Warga di Kelurahan Warakas, Jakarta Utara, akhirnya bisa menikmati batuan sosial (bansos) tahap pertama dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos).

Bantuan tersebut bukan terlambat datang, namun karena sebelumnya warga di Kelurahan Warakas hanya menerima 9 paket sembako dari Kemensos di awal bulan Mei lalu.

Lurah Warakas, Makhrus Nugroho, mengatakan LMK Kelurahan Warakas beserta segenap RT dan RW sempat mendatangi kantor Walikota Jakarta Utara dan menjadi viral di medsos serta dibahas di salah satu Stasiun TV, akhirnya bansos dari Kemensos hari ini, didistribusikan ke warga Warakas sebanyak 6836 paket sembako.

“Alhamdulillah akhirnya warga Kelurahan Warakas memperoleh bantuan dari Presiden melalui Kemensos untuk warga kelurahan warakas sebanyak 6836 bingkisan,” ujarnya.

Menurut Makhrus, sembako tersebut didistribusikan langsung ke 14 RW yang ada di Kelurahan Warakas, selanjutnya didistribusikan ke setiap RT agar langsung diserahkan ke setiap warga penerima yang terkena dampak Covid-19.

“Ucapan terima kasih ditujukan kepada pemerintah pusat maupun daerah melalui Kemensos dan Dinsos. Semoga bantuan tersebut dapat memberikan manfaat dan kecukupan bagi warga yang terdampak Covid-19,” harapnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan Ketua RtT 01/01 Kelurahan Warakas, Sujarwo. “Terima kasih kepada pemerintah yang telah merealisasikan bantuan sembako bagi warga. Bantuan langsung kami didistribusikan ke warga,” terangnya.

Suwarji, warga RT 01/01 penyandang disabilitas penerima paket sembako menuturkan, selama pandemi Covid-19 berlangsung, dirinya merasakan kesulitan untuk membeli sembako.

“Sebagai penyandang disabilitas, saya merasa kesulitan untuk membeli sembako, paling-paling saya hanya mengharapkan bantuan-bantuan dari pemerintah maupun warga yang peduli,” ungkapnya.

Dengan adanya bantuan dari pemerintah, dirinya merasa berterima kasih sekali. Namun saya hanya meminta agar memperbaiki data penerima bantuan dengan memprioritaskan warga tak mampu.

Recent Posts

BBM Nelayan Rp15.000, GNTI: Benahi Akses dan Tata Kelola agar Kebijakan Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Ketua PP Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) Bidang Nelayan, Sarana dan Prasarana,…

6 jam yang lalu

LSAK Desak Presiden Copot Jaksa Agung, Sebut Jadi Tolok Ukur Independensi Pengusutan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus

MONITOR, Jakarta – Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Presiden segera mencopot Jaksa Agung ST.…

7 jam yang lalu

Kemnaker Petakan Kebutuhan Industri Jepang untuk Perluas Peluang Kerja bagi Tenaga Kerja Indonesia

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memetakan kebutuhan industri Jepang dalam upaya menyelaraskan penyiapan tenaga…

11 jam yang lalu

Komnas Haji: Skema Biaya Haji 2027 Populis tapi Berpotensi Mengganggu Keberlanjutan

MONITOR, Tangerang Selatan - Ketua Komnas Haji, Dr. H. Mustolih Siradj, S.H.I., M.H., menilai rancangan…

12 jam yang lalu

Legislator Soal Remaja Diperkosa 27 Orang: Ini Extraordinary Crime yang Perlu Penanganan Luar Biasa

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyatakan keprihatinannya atas kasus dugaan pemerkosaan…

16 jam yang lalu

Legislator Usul DPR Gunakan Hak Angket Atasi Ketegangan Polri Vs Kejaksaan Buntut Kasus Hukum Eks Jampidsus

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Benny K Harman meminta DPR menggunakan hak…

16 jam yang lalu