Kebijakan Berubah-ubah, Politikus Nasdem: Pemerintah Tidak Konsisten Tangani Corona

Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem, Fauzi H. Amro (dok: istimewa)

MONITOR, Jakarta – Kebijakan pemerintah yang membolehkan masyarakat berusia 45 tahun ke bawah untuk dapat bekerja kembali, dinilai aneh dan bertentangan dengan protokol penanganan Covid- 19.

Bahkan, mengindikasikan bentuk ketidak sungguhan pemerintah untuk segera mengakhiri pandemi wabah Wuhan yang tengah menjangkit Indonesia.

Demikian disampaikan Anggota Komisi XI DPR RI Fauzi H Amro dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (13/5).

“Kebijakan pemerintah yang mengizinkan masyarakat berusia 45 tahun ke bawah bekerja kembali itu aneh. Karena kebijakan tersebut tidak sesuai dengan protokol WHO mengenai pencegahan COVID-19, padahal hal utama yang harus dilakukan adalah menghindari berkerumun,” kata Fauzi.

Padahal, menurut dia, protokol kesehatan mengenai physical distancing adalah langkah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Maka, sambungnya, kebijakan membolehkan pekerja berusia 45 ke bawah kembali bekerja itu sama dengan membiarkan makin banyak pekerja terpapar virus.

Seharusnya, imbuhnya, pemerintah berkaca dengan kejadian yang sudah, pasal sudah banyak pekerja yang terpapar COVID-19. Bahkan, sudah ada yang sampai meninggal dunia.

“Keselamatan pekerja harus lebih diutamakan sesuai anjuran WHO. Seharusnya, tidak perlu ada kebijakan dikotomi umur dalam dunia kerja di masa corona, antara pekerja yang berusia 45 ke atas dan 45 ke bawah, karena tak ada yang menjamin usia muda bakal bebas terpapar dari corona,”papar politikus Nasdem itu.

“Karena virus tidak memandang usia, anak muda pun bisa rentan kena virus corona karena tidak menerapkan pola hidup sehat,” pungkas anggota tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DPR RI ini.