FEBI dan Pusat Bisnis UID Gelar Market Day, Bangun Jiwa Wirausaha untuk Indonesia Emas 2045

Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Depok, dan Baznas Kota Depok

MONITOR, Depok – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) bersama Pusat Bisnis Universitas Islam Depok (UID) menggelar Market Day Kewirausahaan Mahasiswa bertema “Membangun Jiwa Wirausaha Kreatif, Inovatif, dan Mandiri untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045” di Aula Kampus UID Gedung Sayyidah Rifqoh, Sawangan, Depok, Minggu (7/6/2026).

Kegiatan yang merupakan implementasi praktik Mata Kuliah Kewirausahaan tersebut terselenggara atas kolaborasi dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Depok, Baznas Kota Depok, serta menghadirkan pelaku usaha sukses Shaza Food sebagai narasumber inspiratif.

Rektor Universitas Islam Depok, Dr. K.H. Ahmad Damanhuri, M.A., secara resmi membuka kegiatan dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Market Day sebagai ruang aktualisasi kreativitas, inovasi, dan jiwa kewirausahaan mahasiswa.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

- Advertisement -

“Mahasiswa harus berani membangun inovasi dan menciptakan peluang usaha sejak dini. Kampus harus menjadi ruang lahirnya entrepreneur muda yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya.

Senada dengan itu, Dekan FEBI UID H. Badrudin, M.M., menekankan pentingnya menanamkan semangat kewirausahaan sejak di bangku kuliah. Ia mengajak mahasiswa untuk tidak takut memulai usaha dari skala kecil sebagai langkah awal membangun kemandirian ekonomi.

Kegiatan sharing session yang dipandu oleh H. Chairul Lutfi, S.H.I., S.H., M.H., C.Med., berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor I Acep Muwahid Muhammadi, S.H.I., M.M., Wakil Rektor II H. Alip Nuryanto, M.Hum., Dekan Fakultas Syariah Dr. K.H. Encep, M.A., Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Ahmad Arif, S.E.I., M.Pd., Ketua Program Studi Perbankan Syariah Sutanto, M.Pd., serta Sekretaris Program Studi Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah Abdul Hamid Baidlowi, M.Pd.

Kepala Pusat Bisnis UID, Su’ud, M.H., memberikan motivasi kepada mahasiswa agar berani memulai usaha dan konsisten mengembangkannya.

“Big business start from small business. Semua usaha besar berawal dari keberanian untuk memulai,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Depok, Drs. Mohammad Thamrin, S.Sos., M.M., memaparkan berbagai program pemerintah yang dapat dimanfaatkan mahasiswa dan pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya.

Ia menjelaskan bahwa Dinas Koperasi siap memfasilitasi kebutuhan legalitas usaha, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, sertifikasi halal, pengurusan merek, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) melalui sistem OSS. Bahkan, saat ini tersedia kuota seribu sertifikat halal untuk mendukung pengembangan UMKM.

Dalam kesempatan tersebut, Mohammad Thamrin juga mendorong terbentuknya koperasi di lingkungan Universitas Islam Depok sebagai instrumen penguatan ekonomi kampus berbasis kebersamaan.

“UID wajib memiliki koperasi, dari kita untuk kita. Dinas Koperasi siap memfasilitasi pembentukannya agar menjadi wadah pemberdayaan ekonomi sivitas akademika,” katanya.

Selain memperkenalkan Program KUAT dan Klinik Bisnis sebagai sarana pendampingan usaha, ia juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai program pembinaan UMKM agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

Inspirasi kewirausahaan juga datang dari Owner Shaza Food, Erni Rahman, S.Pd., M.M., yang membagikan pengalaman membangun usaha dari nol hingga berkembang menjadi perusahaan yang bertahan lebih dari 13 tahun.

Menurutnya, bisnis yang berkelanjutan harus berangkat dari minat dan kecintaan terhadap bidang yang dijalani.

“Bisnis itu dimulai dari hobi, karena bisnis harus mengasyikkan, menjanjikan, menghasilkan, dan memberi manfaat,” tuturnya.

Erni menceritakan bahwa usahanya dirintis dengan berbagai keterbatasan hingga akhirnya berkembang dari dua karyawan menjadi 130 karyawan. Legalitas usaha mulai diurus pada tahun 2014 dan produknya berhasil masuk ke jaringan swalayan pada tahun 2016.

“Awalnya memang berdarah-darah memulai bisnis, tetapi jika dijalani dengan tekun dan penuh kesabaran, insyaallah akan datang kemudahan, kesuksesan, dan keberkahan,” tambahnya.

Tidak hanya menghadirkan sesi motivasi dan edukasi, Market Day juga menjadi ajang pameran sekaligus praktik bisnis mahasiswa. Berbagai produk kreatif dan inovatif hasil karya mahasiswa ditampilkan dan mendapat sambutan antusias dari pengunjung.

Sejumlah stand menghadirkan beragam produk kuliner dengan konsep unik, mulai dari Cheescuit dengan biskuit krim keju, Kebab Kumis, Pangsit Chili Oil, Sazaro Bites, KGF Healthy Food, Piscok Lumer, DNA, Naisrina, ZSF Cireng Melt, hingga Al-Khair dengan produk andalannya Es Teler Sultan.

Keberagaman produk tersebut menunjukkan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan ide usaha sekaligus mengimplementasikan teori kewirausahaan ke dalam praktik nyata.

Melalui kegiatan Market Day ini, FEBI dan Pusat Bisnis Universitas Islam Depok berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep kewirausahaan secara teoritis, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam mengelola usaha, membangun mental entrepreneur, serta menciptakan inovasi yang mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya kampus dalam menyiapkan generasi muda yang kreatif, produktif, dan mandiri sebagai motor penggerak pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER