PARLEMEN

Agar Tidak Stres Pemerintah Akan Relaksasi PSBB, Politikus Demokrat: Itu Keliru!

MONITOR, Jakarta – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Irwan menilai logika pemerintah untuk melakukan relaksasi atas penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), keliru dan terlalu dibuat-buat.

Apalagi, dengan alasan Menkopolhukam Mahfud MD bahwa relaksasi (kelonggaran) PSBB yang akan dilakukan sebagai upaya agar masyarakat tidak terlalu terkekang dan menimbulkan stres yang dapat menurunkan imunitas.

“Logika Pak Mahfud terkait PSBB bikin masyarakat stres, itu keliru besar dan terlalu dibuat-buat. Justru kebalikannya (sejak diterapkan) PSBB itu sangat longgar dan tidak tegas,” kata Irwan saat dihubungi, di Jakarta, Minggu (3/5).

“Makanya pasien positif dan yang meninggal terus bertambah karena masyarakat masih bebas beraktivitas,”tambahnya.

Menurut dia, seharusnya pemerintah justru memperketat PSBB dengan aturan dibawahnya. Sebab, regulasi terkait pembatasan sosial itu tidak ada sanksi tegas, hanya bersifat himbauan sehingga tidak berjalan efektif. 

“Jikapun ada masyarakat yang stres bukan karena PSBB, tetapi karena biaya hidupnya selama dibatasi tidak dijamin oleh Negara,”tegas wakil sekertaris jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat itu.

Masih dikatakan dia, tidak ada masyarakat yang ingin terjangkit Covid-19, apalagi yang ingin meninggal karena penyakit ini. 
Ia menyakini, masyarakat Indonesia di tengah pandemi ini pastinya ingin ikut anjuran pemerintah, tetapi masalahnya ada di pemerintah pusat.

“Pemerintah hanya peduli penyelamatan ekonomi semata. TKA China terus masuk, moda transportasi terus beroperasi, penghematan APBN dan pinjaman utang lebih fokus ke stimulus ekonomi,” tegasnya.

“Penyelamatan nyawa rakyat menjadi lemah dan tidak fokus. Pola yang dilakukan pemerintah ini lebih mirip Herd Immunity. Pembiaran tanpa test kesehatan yang jelas dan massif,” pungkasnya.

Recent Posts

Aksi Taruna Akademi TNI Bersihkan Sekolah Pascabanjir Aceh Tamiang

MONITOR, Aceh Tamiang - Taruna Akademi TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Taruna (Satgastar) Latsitarda…

2 jam yang lalu

Kepala Barantin Bersama Mentan Tindak Tegas Pemasukan Beras Tanpa Dokumen Karantina

MONITOR, Karimun - Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) mendampingi Menteri Pertanian Republik Indonesia dalam kunjungan…

7 jam yang lalu

Menhaj Irfan Yusuf: Integritas ASN Fondasi Utama Layanan Haji

MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menekankan pentingnya perubahan…

10 jam yang lalu

Tembus Rp270,9 Triliun, DKI Jakarta Kuasai Investasi Dalam Negeri

MONITOR, Jakarta - Provinsi DKI Jakarta kembali menunjukkan perannya sebagai magnet utama investasi dalam negeri.…

13 jam yang lalu

Wujud Toleransi, 57 Siswa Kristen-Katolik Sekolah di MIN 3 Sumba Timur

MONITOR, Jakarta - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Sumba Timur menjadi tempat belajar bersama bagi…

14 jam yang lalu

SETARA Institute: Pelibatan TNI dalam Penanggulangan Terorisme Ancam Supremasi Sipil dan Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, menilai pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI)…

15 jam yang lalu